Biaya operasional tinggi, toko 'Little Bandung' di Malaysia tutup

Oleh Endang Saputra pada 03 Mei 2018, 14:54 WIB

Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terpaksa harus menutup toko 'Little Bandung' yang berada di Petaling Jaya, Malaysia. Tingginya biaya operasional, menjadi salah satu penyebab ditutupnya toko 'Little Bandung' yang telah dibuka sejak November 2016 lalu.

Diketahui, Pemkot Bandung menggagas program Little Bandung untuk memfasilitasi para pelaku UKM mempromosikan produknya di luar negeri. Nantinya produk-produk mereka dipajang di toko khusus bernama 'Little Bandung'.

Khusus di Malaysia, toko 'Little Bandung' mulai diresmikan pada 4 November 2016 silam. Dalam peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Eric Mohamad Atthauriq mengatakan, toko Little Bandung di Petailing Jaya, Malaysia hanya bertahan satu tahun. Sejak Desember 2017, toko tersebut tidak beroperasi lagi.

"Tidak diperpanjang karena high cost. Jadi secara operasional ada (pendapatan) tetapi tidak signifikan," ujar Eric kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Kamis (3/5).

Menurut Eric, pembukaan toko Little Bandung di Malaysia dilakukan dengan skema kerjasama. Namun di sisi lain, pihaknya harus membayar pegawai, pajak serta biaya lainnya. Sementara pendapatan dari penjualan produk tidak terlalu signifikan.

"Jadi saran pak wali kota Bandung tidak perpanjang store-nya, karena setelah dievaluasi cukup menyita waktu tenaga biaya dan pemerintah tidak bisa fasilitasi terus menerus,"kata dia.

Namun demikian lanjut Eric, program Litte Bandung masih terus digencarkan, meski bukan lagi berbentuk toko. Menurutnya pengembangan Little Bandung ke depan hanya akan berbentuk pajangan (Little Bandung Wall).

"Little Bandung ada beberapa yang masih tetap kita pertahankan itu Little Bandung Wall. Ada di Kuala Lumpur Malaysia ada juga Korsel di Seoul dan Busan dan Tokyo Jepang dan Sydney Australia. Kita kerjasama dengan ITBC dan pelaku usaha rumah makan restoran yang memang orang indonesia," ungkapnya.

Lebih lanjut Eric mengatakan, bahwa pihaknya akan lebih menggencarkan program Little Bandung secara online. Nantinya produk dari para pelaku UKM akan dibantu dipasarkan melalui website Little Bandung. Di katalog Little Bandung kata Eric saat ini ada 150 produk yang terdaftar. Produk-produk tersebut telah lolos prosea kurasi.

"Oleh karena itu tahun ini kita fokus memproses little bandung online.
Kita lagi bikin market place little Bandung supaya punya ciri khas dan berpartispasi di media online," katanya.