Telkom University raih sertifikat akreditasi internasional

Oleh Endang Saputra pada 28 Maret 2018, 12:11 WIB

Bandung.merdeka.com - Belum terhitung lama Telkom University menyabet pengakuan dunia melalui QS Stars World Rank University, pada bulan ini kembali meraih sertifikat akreditasi Internasional pada bidang keinsinyuran (engineering education platform) dari Indonesian Accreditaion Board for Engineering Education (IABEE).

Penyerahan sertifikat yang dilakukan di Jakarta tersebut kukuhkan Telkom University sebagai Universitas berbasis ICT berkelas dunia. Universitas dengan jumlah mahasiswa aktif sekira 30 ribu ini, terpicu untuk menjadi perguruan tinggi berstandar kualifikasi Internasional karena kebutuhan inovasi dan perkembangan zaman yang demikian pesat.

"Jepang pada tahun 1950 miliki mimpi seperti Indonesia, tetapi saat ini, kita yang bermimpi seperti Jepang, sangat mungkin terjadi karena kita terlalu lama berdiam diri, saatnya bekerja lebih keras lagi, tidak terlena, agar kita tidak tertinggal untuk kedua kalinya," jelas Rektor Telkom University, Profesor Mochamad Ashari dari siaran pers yang diterima Merdeka Bandung, Rabu (28/3).

Sebelumnya, deretan pengakuan dunia telah didapat oleh Telkom University, di mulai dengan sertifikasi ISO 20000-1: 2011, tentang manajemen dan layanan teknologi informasi. Ini tidak mengagetkan karena memang Telkom University sejak awal sudah lebih dulu menjadi perguruan tinggi terdepan dalam bidang teknologi informasi, bahkan hingga hari ini teknologi informasi menjadi tema utama dalam Visi dan Misi.

Menurut daftar di Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Riset Dikti), belum ditemukan di Indonesia Universitas peraih pengakuan ini. Pengakuan lainnya, akreditasi internasional QS Stars, di mana Telkom University ditempatkan pada posisi Bintang 5, dalam bidang Innovation, Inclusiveness, Employability, dan Teaching.

"Pengakuan itu hanya simbol capaian, artinya ini berbanding lurus dengan upaya kita semua seluruh stakeholders Telkom University, kontribusi pendidik yang konsisten dengan kualitas, penyelenggaraan pendidikan yang terus mengikuti zaman, dan adaptasi teknologi yang selalu kami sesuaikan, ini adalah hasil kerja kolektif," kata Ashari dalam kesempatan lain.

Dalam empat tahun terakhir ini, Telkom University hadir sebagai perguruan tinggi dengan performa terbaik, kondisi ini tentu didukung oleh kemitraan Nasional dan Internasional yang progresif. Terbaru, Universitas kenamaan Amerika Serikat University of Arizona, menggaet Telkom University sebagai partner Global Micro-Campus Network yang berkedudukan di Indonesia.

"Kemitraan penting bagi kami, karena inklusifitas akademik menjadi tanda bahwa kita sedang berada dalam globalized world," kata dia.

Sejauh ini, sebaran Alumni Telkom University ada di 30 Negara. Dan beberapa kegiatan Telkom University sudah memasuki konsep Internasionalisasi, pertukaran pelajar dan dosen, hingga kemitraan dalam penelitian dan pengembangan akademik lainnya. Telkom University juga menyediakan housing khusus untuk mahasiswa Internasional.

Fasilitas yang dibangun dan akan terus berkembang, housing mahasiswa Nasional sebanyak 18 Tower dengan kapasitas 7300 mahasiswa, sport centre baik indoor dan outdoor, open library yang dalam penilaian beberapa media massa disebut sebagai the coolest library in Indonesia.

Untuk menunjang pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, Telkom University menyediakan beasiswa pendidikan hingga total 30 miliar, dana pendidikan ini di luar pembiayaan untuk beasiswa prestasi yang pada tahun ini mencapai 950 juta untuk 448 mahasiswa berprestasi. Dan akan tersu bertambah pada tahun-tahun berikutnya, mengikuti jumlah capaian prestasi mahasiswa dalam skema Nasional maupun Internasional