Gaya super nyentrik, Rully terkenal di Pasar Lawas Cikapundung

Oleh Endang Saputra pada 19 Februari 2018, 11:54 WIB

Bandung.merdeka.com - Tampilan nan nyentrik dengan gaya busana ala jaman dulu, kumis terbelah serta melinting pada bagian ujung kiri dan kanan membuat Rully memang berbeda. Pria yang mencintai barang antik itu begitu tenar di Pasar Lawas Cikapundung.

Pedagang di Pasar Lawas Cikapundung mana yang tidak kenal dengan Rully. Mulai dari lantai dasar hingga lantai atas, semuanya tahu sepak terjang pria ini. Terlebih kala videonya yang ditujukan kepada musisi Ahmad Dhani tersebar dimedia sosial, membuat sosok Rully semakin terkenal.

Pemilik Toko Sabeulah di Pasar Lawas Cikapundung ini dikenal sebagai sosok yang ramah, pandai berdagang, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Tidak heran jika ia didapuk menjadi seorang Ketua Asosiasi Pedagang Barang Antik dan Seni Cikapundung.

Bagi Rully, barang antik bukan hanya sekedar koleksi. Melebihi dari itu, ia menilai barang antik sebagai kehidupan. Dari barang antik yang dikumpulkanya, ia bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

"Awalnya koleksi, ternyata pas dijual menguntungkan. Jadi sekarang fokus dagang. Dapat barang dari mana-mana, berbagai kota berbeda buat dapat barang yang memang antik, unik, dan berpotensi untuk diburu pembeli," ujar Rully kepada Merdeka Bandung, Minggu (18/2).

Meski mencintai barang antik sejak lama, Rully mengaku tidak memiliki barang koleksi pribadi. Semua barang antik yang didapatnya, dijual jika memang ada yang menaksirnya. Bagi Rully, berjualan barang antik merupakan hal menyenangkan yang menjanjikan.

Terlebih, kata dia, kini para pecinta barang antik tidak hanya datang dari para sepuh. Namun, kawula muda juga mulai memburu barang antik. Apalgi bagi para kawula muda yang menggeluti bisnis kuliner dengan mengusung konsep vintage pada tempatnya, tentu barang antik ini menjadi buruan.

"Ya, sekarang pecinta barang antik semakin banyak. Merambah ke anak muda juga sekarang banyak yang suka, mereka menilai ini unik dan tentunya berbeda. Dari empat tahun lalu saya dagang barang antik, secara konsisten peningkatan penjualan itu sangat terasa," jelas dia.

Meenurut Rully, para kolektor barang antik ini merupakan orang-orang yang berhasil mencintai produk dan mengerti bagaimana cara merawatnya. Tidak mudah merawat barang yang hadir sejak tahun 1980-an bahkan lebih lawas lagi dan bertahan tetap dalam kondisi baik hingga kini.

Dengan mengumpulkan barang lawas, Rully merasa mampu membangun suasana pada kehidupan dimasa kecilnya. Semua barang antik yang dimiliki membuat Rully merasa berhasil mengingat dengan sempurna memori masa kecilnya.