Setelah dirawat 10 hari, Achmad Noe'man meninggal diusia 90 tahun

Oleh Mohammad Taufik pada 05 April 2016, 11:10 WIB

Bandung.merdeka.com - Setelah melewati rawat inap selama 10 hari di Rumah Sakit Borromeus, Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Ir. H. Achmad Noe'man akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, Senin (4/4). Ia meninggal di usia 90 tahun.

Sebelum meninggal, pria yang tak lain adalah arsitek masjid Salman ITB itu sudah melewati rawat inap 10 hari. Namun, sebenarnya kondisinya sudah mulai membaik. Ia tengah menjalani proses pemulihan.

"Ya, sebenarnya sudah dalam proses pemulihan. Namun, Tuhan berkehendak lain," ujar putra ketiga almarhum, Fauzan Noe'man saat ditemui di rumah duka yang terletak di Jalan Karang Layung, Senin (4/4).

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, arsitek yang dikenal dengan rancangan masjid-masjidnya yang megah itu sempat mengeluh sakit pada bagian dada.

"Beliau mengeluh sakit dada, menurut dokter itu karena sudah tua. Kondisinya saat itu hanya tinggal ronsen, kemudian pulang," imbuhnya.

Sementara itu, Achmad Noe'man merupakan arsitek yang mendedikasikan ilmu serta hidupnya untuk mendesain masjid-masjid bergaya ciamik di Indonesia dan mancanegara.

Dikenal sebagai bapak arsitektur 1000 masjid, Achmad Noe'man merupakan pelopor bangunan masjid tanpa kubah. Salah satunya adalah Masjid Salman ITB.

Kiprahnya sebagai arsitek juga dikenal hingga ke mancanegara. Satu di antara karya terbaiknya di luar negeri adalah Masjid Indonesia di Sarajevo, Bosnia.

Tag Terkait