1. BANDUNG
  2. PROFIL

Gara-gara beli sandal mahal pemuda ini kini jadi pengusaha sukses

Ia pun bertanya ke sana ke mari mengenai pusat pengrajin sandal.

Herwan Sumadipura. ©2015 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Sabtu, 19 Desember 2015 15:13

Merdeka.com, Bandung - Bermula dari sempat membeli sandal mahal, Herwan Sumadipura kini menjajaki bisnis jual beli sandal dari bahan kulit.

Pria yang akrab disapa Wank ini mengawali bisnisnya sejak tahun 2014. Hal ini berawal ketika ia membeli sandal dengan harga Rp 1 juta. Karena mahal, Wank pun urung menggunakannya. Sandal bermerek itupun akhirnya hanya pandangi terus-menerus dan belum pernah ia kenakan.

"Selama dua hari dipikir-pikir sayang sekali beli sandal harga Rp 1 juta. Besoknya saya pergi ke Cibaduyut buat nanya-nanya material sandal dan ternyata perbandingannya jauh sekali dengan kualitas dan material yang sama," ujar Wank kepada Merdeka Bandung.

Setelah bertanya mengenai material ke pusat pengrajin sandal. Pria kelahiran Bandung 25 Agustus 1990 itu tak langsung memutuskan untuk membangun kerajaan bisnis. Ia biarkan itu selama lima bulan lamanya.

Hingga satu waktu Wank mendapat pekerjaan ke Jakarta dan menyewa mobil pada temannya. Ternyata, teman yang memiliki rental mobil itu juga merupakan seorang pengusaha sandal. Pada saat itupun ia belum terpikirkan untuk berbisnis sandal.

"Baru pas mengembalikan mobil saya nanya-nanya ke teman itu. Ceritanya menarik, sampai saya memutuskan buat jadi reseller produk temen itu. Selama kurang lebih enam bulan saya ngambil barang dari teman. Setelahnya saya memutuskan untuk berhenti menjadi reseller dan membuat produk sendiri," jelasnya.

Tak lama, anak dari pasangan Herman Hamzah dan Uun Soendari Soemadipoera itu mencoba peruntungan selama tiga bulan pertama dengan mempekerjakan seorang pengrajin yang memang multitalenta.

"Satu orang pengrajin itu segala bisa. Saat itu orderan kadang ada kadang enggak. Dari situ saya enggak pesimis justru optimis dan percaya diri sama usaha ini. Sampai saya dapat pesanan 100 pasang sandal buat ke Medan, di situ percaya diri timbul. Sampai akhirnya pesanan berlanjut setiap minggunya," cerita Wank.

Kemudian Wank berangkat ke Garut untuk mencari pengrajin sandal. Karena di sana merupakan pusat pengrajin sandal kulit dengan kualitas jempolan. Ia pun bertanya ke sana ke mari mengenai pusat pengrajin sandal hingga mendapat dua orang yang besoknya di datangkan ke Bandung.

Kini, Wank sudah memiliki tiga pengrajin tetap yang membantu berlangsungnya bisnis sandal dengan merek Blues Sandals. Dari tak ada pesanan, sekarang Blues Sandals sudah mampu menjual 300 hingga 400 pasang sandal setiap minggunya.

"Sampai sekarang alhamdulillah udah punya kurang lebih 28 KCP Blues Sandals di seluruh Indonesia. KCP itu kepala cabang pembantu, itu sebutan bagi para reseller. Dengan optimis dan percaya diri, saya bersyukur kini sudah bisa menjalani bisnis yang bisa bermanfaat bagi banyak orang," tutup Wank.

(FF/AA)
  1. Wirausahawan
  2. Bisnis
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA