1. BANDUNG
  2. PROFIL

Dose Hudaya, pemersatu musisi Bandung

"Alhamdulillah saya mendapat kepercayaan untuk menjadi ketua PAPPRI Jabar, Panaratas, dan Komunitas Pecinta TVRI Jabar," kata Dose.

Dose Hudaya. ©2016 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Senin, 19 Juni 2017 17:14

Merdeka.com, Bandung - Dikenal sebagai salah satu kota penghasil musisi ternama, Bandung punya segudang musisi berkelas di berbagai genre. Banyaknya musisi yang terlahir dari Bandung tentu bukan hal mudah untuk menyatukannya. Namun, itulah tugas yang dijalani oleh Dose Hudaya. Ia mendapat amanat untuk menyatukan musisi asal Kota Kembang dalam berbagai wadah perhimpunan.

Pemilik Dose Hudaya Production ini dipercaya menjadi ketua Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Jabar, Paguyuban Seniman Rekaman Tatar Sunda (Panaratas), dan Komunitas Pecinta TVRI Jabar. Ini tentu saja bukan hal mudah bagi Dose.

Namun, seolah memiliki magnet kuat. Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara, konsultan hukum, pencipta lagu dan produser ini bisa dengan mudah merangkul para musisi Bandung dan Jawa Barat untuk berkumpul bersama dalam wadah perkumpulan. Ada banyak kegiatan yang dilakukan sebagai ajang silaturahmi.

"Alhamdulillah saya mendapat kepercayaan untuk menjadi ketua PAPPRI Jabar, Panaratas, dan Komunitas Pecinta TVRI Jabar. Mudah-mudahan saya mampu mengemban amanah itu," ujar suami dari Wina DH itu kepada Merdeka Bandung, kemarin.

Dengan gayanya yang santai, ia berusaha menjalin keakraban dengan siapa saja dan tak pernah membatasi diri. Tak heran jika banyak musisi yang menjadi rekan kerja, teman, bahkan sahabat dari Dose Hudaya.

Dose berharap, dengan amanat yang diembannya ini bisa mempersatukan musisi Jawa Barat untuk lebih kompak lagi. Bicara soal persaingan dijagad hiburan, hal tersebut tentu sangat lumrah. Namun, bersaing dalam hal positif tentu sangat baik. Sebut saja perihal karya hingga memicu untuk berkarya lebih baik lagi.

Sementara itu, perjalanan Dose Hudaya di dunia musik, persisnya di industri rekaman musik sudah sampai di angka 31 tahun. Tahun 1986 ia mulai menciptakan lagu dan merintis jalan di dunia rekaman.

"Kemudian tahun 1988 saya memproduksi album kompilasi Pop Indonesia. Penyanyinya antara lain Broery Pesolima, Emilia Contessa, dan Yopie Latul. Itulah album perdana produksi DH Production," terangnya.

Sejak itu kiprah Dose terus berlanjut, dan sejak awal 90-an juga melebarkan sayap ke jalur rekaman Pop Sunda. Sejak 2009 eksistensi DHP kancah Pop Sunda kian mantap. Album Kompilasi Pop Sunda 'Bentang-Bentang' Volume I, II, dan III, sukses di pasaran.

Sederet bintang Pop Sunda dan bintang genre lain berskala nasional hadir di album kompilasi tersebut, seperti mendiang Darso, Evie Tamala, Nining Meida, Rita Tila, Sule dll. Bahkan grup Debu pun sempat hadir 'Bentang-Bentang' Volume III.

Belakangan ini, lagu-lagu karya cipta Dose berkibar lewat grup band papan atas, seperti Repvblik, Hijau Daun, dan Angkasa. Bintang Pop Indonesia Doel Sumbang pun tahun 2016 merilis single karya Dose yang bertajuk 'Jangan Hakimi Hatiku'.

(MT/AA)
  1. Profil
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA