1. BANDUNG
  2. PARIWISATA

Kebun binatang bandung punya koleksi baru, bayi binturong dan beruang madu

"Kondisi tiga ekor binturong dan satu bayi beruang madu dalam kondisi sehat," kata Dedi.

Bayi binturong dan beruang madu. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Kamis, 01 Februari 2018 10:52

Merdeka.com, Bandung - Kebun Binatang Bandung kini memiliki koleksi baru. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai empat ekor. Tiga di antaranya adalah bayi binturong, serta seekor bayi beruang madu. Keempatnya berada dalam kondisi sehat dan mengalami pertumbuhan dengan baik setiap harinya.

Dokter Kebun Binatang Bandung, Dedi Tri Sasongko mengatakan, bayi beruang madu yang lahir pada Desember 2017 lalu serta bayi binturong yang sudah menginjak usia 53 hari itu masih dalam masa perawatan.

"Kondisi tiga ekor binturong dan satu bayi beruang madu dalam kondisi sehat. Sekarang beruang madu yang lahir dengan bobot 400 gram sudah mencapai 2,5 kilogram. Sedangkan binturong bobot asal dari 300 gram kini mencapai 1,5 kilogram," ujar Dedi kepada Merdeka Bandung, Rabu (31/1).

Untuk beruang madu, kata Dedi, pihaknya telah memindahkannya ke ruang karantina atau nursery room sejak usia 11 hari. Soalnya, kehadiran bayi beruang madu rupanya mendapatkan gangguan dari beruang lainnya.

"Proses kelahiran betina beruang madu ini membuat gorong-gorong atau goa untuk berlindung anaknya. Kemudian setelah 11 hari kita pantau ternyata diganggu beruang lain. Akhirnya kita handling untuk bayi beruang madu ini di nursery," kata Dedi.

Bayi beruang madu yang diberi nama Rika ini merupakan anak dari beruang betina bernama Riri serta jantannya adalah Kardit. Hingga saat ini, para bayi-bayi hewan baru lahir ini masih mengkonsumsi susu. Khusus binturong, susu yang dikonsumsi langsung diimpor dari Australia.

Proses menyusui ini akan berlangsung hingga usia empat bulan untuk beruang madu, hingga nantinya setelah empat bulan diberikan campuran jus, dan pada usia satu tahun diberi makan secara perlahan yakni buah-buahan seperti pisang, pepaya, serta kepala ayam.

(MT/AA)
  1. Wisata Edukasi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA