1. BANDUNG
  2. KULINER

Berkat Macan Tutul Kukis, Yuyun Sabet Juara Satu Kompetisi Chef Rumahan

"Saya pernah menang lomba membuat kue seperti ini 93 kali. Jadi, saya optimis di sini juga menang. Chef Achen yang menjadi idola saya".

Nur Wahyuni. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Rabu, 14 November 2018 11:19

Merdeka.com, Bandung - Berkat kreativitasnya dalam mengolah adonan kue dengan membuat macan tutul kukis dan soes eclair jagung, Nur Wahyuni atau lebih dikenal dengan nama Yuyun berhasil menjadi juara dalam kompetisi 'Bungasari & Ny. Liem Cari Home Chef' yang diselenggarakan oleh PT Bungasari Flour Mills.

Ibu dua anak itu sukses mengalahkan sekitar 110 peserta yang turut berkompetisi. Rupanya, kreasi dua kue yang dibuat wanita asal Yogyakarta ini berhasil memikat hati Chef Achen selaku juri utama dalam kompetisi ini. Ide serta teknik yang dilakukan oleh Yuyun saat membuat kue yang menjadi nilai lebihnya ketimbang peserta lain.

Yuyun sendiri mengaku bahwa sebagai penggemar Chef Achen yang merupakan tenaga pengajar dari kursus kue Ny. Liem tentu tak ingin main-main kala ditugaskan membuat sebuah suguhan istimewa didepan idolanya itu. Sejak awal, ibu dua anak ini sudah optimis akan menang.

"Saya pernah menang lomba membuat kue seperti ini 93 kali. Jadi, saya optimis di sini juga menang. Chef Achen yang menjadi idola saya juga merupakan penyemangat saya untuk membuat kue unik dan bisa memikat hatinya. Rupanya saya berhasil, senang sekali," ujar Yuyun kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam acara pengumuman pemenang ‘Bungasari & Ny. Liem Cari Home Chef’ di Lembaga Pendidikan dan Keterampilan Ny. Liem, Jalan Naripan, Selasa (13/11).

Chef Achen menuturkan bahwa sejak awal ia sudah tertarik dengan karya yang dihasilkan oleh Yuyun. Keunikan serta kreativitas yang disajikan oleh Yuyun ini yang membuat Chef Achen menjatuhkan pilihan kepada Yuyun untuk menjadi pemenang dalam kompetisi ini.

"Para finalis ini ternyata mampu memberikan ide-ide baru dalam sajian resep yang mereka kirimkan. Untuk Yuyun, dia ini mengeluarkan kreasi yang paling bagus menurut saya, dia kreatif dan kue buatannya juga unik," kata Chef Achen.

Sementara itu, ‘Bungasari & Ny. Liem Cari Home Chef’ merupakan ajang inovatif pencarian bakat home chef yang kali pertama digelar oleh Bungasari. Kegiatan ini dimulai sejak pertengahan Maret 2018. Ratusan chef ‘rumahan’ yang datang dari berbagai pelosok daerah di Tanah Air, mengirimkan resep-resep mereka melalui akun Instagram Bungasari.

Delapan bulan pasca digulirkan, pencarian home chef ini telah mencapai tahap akhir. Lima peserta terpilih, sejak Senin (12/11) hingga Selasa (13/11), kembali mengolah serta melakukan presentasi resep asli mereka langsung di hadapan Chef Achen.

Sales & Marketing Director PT Bungasari Flour Mills, Budianto Wijaya menyatakan, maraknya bisnis online di Tanah Air, membuka Iebar kesempatan bagi para home chef dalam memanfaatkan keahlian maupun hobi mereka menjadi peluang usaha. Media sosial pun menjadi jembatan interaksi bagi dunia makanan, baik bagi para pemain baru hingga profesional.

"Terobosan unik melalui ‘Bungasari & Ny. Liem Cari Home Chef‘ ini menjadi ajang sangat penting, mempertemukan para home chef yang belajar secara otodidak dengan chef-chef profesional dan berpengalaman,"jelas Budianto.

Kelak, Ianjut Budi, industri pangan di Indonesia juga akan diperkuat oleh jajaran home chef dari seantero negeri. Untuk ke depannya, pihaknyapun berharap muncul berbagai inovasi sehingga produk makanan hasil karya para home chef ini dapat bersaing di tingkat nasional.

"Oleh karenanya, jangan cepat puas dengan hasil yang telah dicapai. Bagi para home chef, kalian bisa berguru di mana saja dan dengan siapa saja. Belajarlah dari para ahli seperti Chef Achen yang telah terbukti sukses sebagai seorang chef yang bermula dari passion di dunia tata boga, meski tak berangkat dari jalur pendidikan chef," kata dia.

Selain itu, Marketing Manager PT Bungasari Flour Mills, Rio Ferdian menyatakan, Bungasari dan Chef Achen sepakat untuk memboyong lima finalis ke Bandung, yakni Giovanny Benita asal Bandung, Evi Sopiah (Lampung), Diana Rosalina (Bogor), Nur Wahyuni (Yogyakarta), dan Claudea Graciadei (Surabaya). Kelimanya mendapatkan pelatihan serta saling berkompetisi di bawah pengawasan langsung oleh chef kondang tersebut.

"Para finalis ini mendapatkan pelajaran berharga dari Chef Achen yang memiliki segudang pengalaman di dunia bisnis makanan. Hal tersebut sejalan dengan komitmen Bungasari dalam ha! mengedukasi masyarakat untuk #Beranilnovasi dengan menggunakan bahan dasar terigu," katanya.

(ES/AA)
  1. Info Kota
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA