1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Tiga paslon Pilwalkot Bandung beri solusi soal penanganan sampah dan banjir

"Banjir ini problematika yang begitu menggelitik. Permasalahannya banyak, tentunya kita harus atasi dari hulu".

Debat publik kedua Pilwalkot Bandung 2018 . ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Senin, 16 April 2018 09:25

Merdeka.com, Bandung - Debat publik kedua pada Minggu (15/4) tiga pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Bandung 2018, yaitu Nurul Qomaril Arifin-Chaerul Yaqin Hidayat, Yossi Irianto - Aries Supriatna, dan Oded M Danial - Yana Mulyana bersaing ketat dalam mengutarakan dua permasalahan banjir dan sampah di Kota Bandung.

Paslon nomor satu Nurul Qomaril Anwar dan Chairul Yaqin Hidayat, memfokuskan diri akan mengatasi permasalahan sampah di Kota Bandung. Keduanya mengedepankan sebuah teknologi yang mampu mengubah sampah menjadi batu bata.

Kemudian paslon nomor urut dua yakni Yossi Irianto dan Aries Supriyatna menuturkan bahwa banjir merupakan problematika yang begitu menggelitik di Kota Kembang. Kala hujan turun begitu lebar, ketakutan akan bencana banjir kerap menghantui.

"Banjir ini problematika yang begitu menggelitik. Permasalahannya banyak, tentunya kita harus atasi dari hulu. Nantinya permasalahan ini akan diatasi dengan baik hingga ke hilir," ujar Yossi saat ditemui dalam acara debat publik kedua Pilwalkot Bandung 2018 di Hotel Holiday Inn Pasteur, Jalan Dr. Djundjunan, Minggu (15/4).

Hal senada juga diungkapkan oleh pasangan calon nomor urut tiga yakni Oded Muhamad Danial dan Yana Mulyana. Keduanya sepakat jika selama lima tahun Oded menduduki kursi sebagai Wakil Wali Kota Bandung bersama Ridwan Kamil, sudah begitu banyak perubahan yang terasa.

Kata Oded, banyaknya perubahan ke arah yang lebih baik dari Bandung ini bukannya tanpa permasalahan. Masih banyak pekerjaan rumah yang menanti dan harus segera dilanjutkan oleh wali kota Bandung mendatang.

"Kami identifikasi ada lima persoalan yang harus diselesaikan bersama yaitu kemacetan, banjir, kesenjangan ekonomi, transportasi publik, dan sampah. Untuk sampah, kita harus mengurangi sampah dilakukan secara luas dan merata. Tentunya dimulai dari meminimalisir sampah rumah tangga," katanya.

 

 

(ES/AA)
  1. Politik
  2. Pilkada Bandung
  3. Pilwalkot Bandung
  4. Kampanye
  5. Debat
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA