1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Tidak lolos, pendukung Donny - Yayat protes KPU Kota Bandung

Usai rapat pleno penetapan paslon, salah seorang pendukung Donny - Yayat pun berteriak-teriak di halaman Kantor KPU Kota Bandung.

Pendukung Donny - Yayat pun berteriak-teriak di halaman Kantor KPU Kota Bandung. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Senin, 12 Februari 2018 14:46

Merdeka.com, Bandung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung resmi menetapkan tiga pasangan calon (paslon) yang akan mengikuti pemilihan wali kota (Pilwalkot) Bandung 2018. Bakal calon dari jalur independent Donny Mulyana Kurnia dan Yayat Rustandi dinyatakan tidak lolos verifikasi persyaratan pendaftaran.

Usai rapat pleno penetapan paslon, salah seorang pendukung Donny - Yayat pun berteriak-teriak di halaman Kantor KPU Kota Bandung. Pria yang tidak diketahui namanya ini memprotes keputusan karena Donny - Yayat tidak diloloskan KPU.

"Ini pesta rakyat biayanya besar, miliaran rupiah. KPU tidak melibatkan independent maka inkontitusional. Padahal dengan adanya independent ini perwakilan rakyat," katanya sambil mendapat pengawalan aparat kepolisian.

Ia mengatakan KPU Kota Bandung melakukan kebohongan dengan memberikan map kosong yang harusnya berisi surat keterangan (sk) kepada tim penghubung saat rapat pleno penetapan paslon. Padahal setelah dikonfirmasinke KPU map tersebut merupakan simbolis untuk dokumentasi foto.

"Ini kebohongan publik memberikan SK kosong," ujarnya.

Aksi protes ini langsung ditanggapi anggota KPU Kota Bandung. KPU berusaha memberikan pengertian bahwa map kosong yang diberikan hanya untuk dokumentasi sementara SK asli sedang dicap. Namun tim Donny - Yayat tersebut memilih langsung pergi meninggalkan Kantor KPU tanpa mendengarkan konfirmasi yang disampaikan.

Anggota KPU Kota Bandung Apipudin menjelaskan bahwa SK yang akan diberikan kepada tim paslon sedang distempel. Sementara pemberian pada saat rapat pleno tersebut hanya berupa simbolis untuk mempersingkat waktu.

"Kami butuh waktu untuk membereskan administrasi. SK belum dicap. Bukan berarti kami tidak memberikan dokumen resmi jadi simbolis. Setelah berakhir pleno kami susulkan dokumen asli," kata Apipudin.

Ia pun menyayangkan aksi protes dan tidak mengindahkan konfirmasi KPU dari tim Donny - Yayat. Padahal tim paslon lainnya juga diberikan map kosong dan tidak memprotes.

"Kami mau memberikan SK ke LO (Leassion Officer) pasangan Donny tetapi sudah menolak dan sudah menganggap kebogongan," katanya.

(ES/DR)
  1. Pilkada Serentak
  2. Pilwalkot Bandung
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA