1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Terkait kaos #2019GantiPresiden, pengamat nilai Asyik punya peta politik baru

"Di sini saya melihat bahwa Asyik berhasil memperlihatkan ke publik, khususnya Jabar jika mereka dikeroyok sebagai oposisi tunggal".

Asyik. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Selasa, 12 Juni 2018 11:19

Merdeka.com, Bandung - Aksi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Sudrajat dan Ahmad Syaikhu yang menjembrengkan t-shirt bertuliskan kontroversial yakni #2019GantiPresiden pada debat kedua membuat pasangan ini ramai diperbincangkan. Bukan hanya sekedar omongan negatif, namun justru aksi tersebut bermuatan positif yang berimbas baik pada pasangan Asyik ini.

Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai bahwa konsistensi yang dilakukan oleh pasangan Asyik dalam mengusung #2019GantiPresiden ini justru bisa mendongkrak peluang menang di pesta demokrasi lima tahunan itu. Soalnya, pasangan Asyik dinilai mampu membuat peta politik baru.

Rupanya, manuver pasangan Asyik saat debat kedua Pilgub Jabar di Balairung Universitas Indonesia (UI) dengan menyebut slogan '2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden' memang terbukti mendongkrak popularitas dan elektabilitas keduanya.

"Di sini saya melihat bahwa Asyik berhasil memperlihatkan ke publik, khususnya Jabar jika mereka dikeroyok sebagai oposisi tunggal. Ini out of the box karena kreatif. Menurut saya Asyik berhasil membuat peta baru yakni Asyik melawan Istana," ujar Hendri dari keterangan tertulis yang diterima Merdeka Bandung, Selasa (12/6).

Hendri mengatakan, tiga pasangan lawan sudah jelas mendukung Jokowi. Jadi, lanjut Hendri, suara para pendukung Jokowi akan terpecah tiga ke Ridwan Kamil, Deddy Mizwar dan Tb Hasanuddin. Sementara pendukung yang ingin perubahan 2019, kata dia, bisa kompak memilih Sudrajat-Syaikhu.

"Tiga pasangan lawan yang mereka hadapi memerlukan dukungan dari Jokowi. Jadi para pendukung Jokowi akan terpecah tiga nanti suaranya, ke Ridwan Kamil, Dedi Mizwar dan Tb Hasanudin. Sementara pendukung yang ingin perubahan 2019, seharusnya kompak ke Sudrajat-Syaikhu," tandas pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) itu.

KedaiKOPI sendiri merilis hasil survei terhadap #2019GantiPresiden di Jawa Barat. Hasilnya, popularitas #2019GantiPresiden di Jawa Barat mencapai 48,9 persen. Sementara slogan '2018 Asyik Menang 2019 Ganti Presiden' dipersepsi positif oleh 24,4 persen pemilih di Jawa Barat.

"Survei dilakukan pada tanggal 22 hingga 29 Mei 2018 kepada 1.191 responden yang memiliki hak pilih di Jawa Barat. Metode pencuplikan menggunakan multistage random sampling dengan kesalahan pencuplikan lebih atau kurang 2,84 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei KedaiKopi didanai dengan pendanaan internal," katanya.

(ES/AA)
  1. Politik
  2. Pilkada Serentak
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA