1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Temuan uang palsu di Jawa Barat ternyata masih tinggi

"Selama tahun 2016 temuan uang palsu tercatat sebanyak 32.537 lembar," ujar Wiwiek.

Kepala BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat sebelah kanan. ©2016 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Senin, 09 Oktober 2017 18:24

Merdeka.com, Bandung - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan temuan uang yang terindikasi palsu di Jawa Barat masih tinggi tahun ini. Hingga September 2017, temuan uang palsu tercatat 14.627 lembar.

"Selama tahun 2016 temuan uang palsu tercatat sebanyak 32.537 lembar," ujar Wiwiek saat ditemui dalam acara jumpa wartawan 'Perkembangan Terkini Indikator Ekonomi Makro Jawa Barat' di Novotel Bandung, Senin (9/10).

Masih banyaknya temuan uang palsu, lanjutnya, sejalan dengan adanya upaya dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pencerdasan ciri keaslian uang rupiah atau dalam program cikur.

"Kita terus edukasi masyarakat dengan program Cikur yaitu ciri-ciri uang rupiah. Bukan bagaimana mengenal uang palsu tapi mengenali ciri-ciri rupiah yang asli. Kita terus lakukan sosialisasi itu," ujarnya.

Sementara itu, hasil survei Bank Indonesia mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jabar pada triwulan III 2017 diperkirakan masih terjaga meskipun mengalami sedikit penurunan.

Hasil survei kegiatan dunia usaha mengindikasikan kegiatan usaha tumbuh melambat dengan nilai saldo bersih tertimbang sebesar 13,02 persen, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 18,31 persen.

Hasil survei penjualan eceran juga masih mengindikasikan perlambatan konsumsi rumah tangga uanh bersifat ritel, tercermin dari perkiraan penjualan eceran diakhir triwulan III-2017 dengan perkiraan IPR yang berada pada level 289,6.

Di sisi lain, hasil survei konsumen mengindikasikan masih terjaganya optimisme konsumen meski mengalami penurunan yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jabar pada triwulan III 2017 menurun dari 129 menjadi 125.

(MT/AA)
  1. Ekonomi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA