1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Sukses ciptakan aplikasi inovatif, 20 tim lolos Telkom Hackton 2018

Mengalahkan hampir 400 tim lainnya yang berpartisipasi pada kompetisi ini.

Ciptakan aplikasi inovatif. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Senin, 26 Februari 2018 11:09

Merdeka.com, Bandung - Sebanyak 20 tim yang lolos dalam kompetisi Telkom Hackton 2018 dinilai telah berhasil menciptakan aplikasi bisnis baru yang inovatif dan menggunakan API dari Telkom xsight secara efektif.

Ketua Telkom Hackathon, Ahmad Rosadi Djarkasih mengatakan, pihaknya begitu antusias melihat banyaknya ide-ide segar dan kreatif yang diciptakan oleh generasi muda saat ini.

"Kami tentu saja sangat antusias dan semangat melihat banyaknya ide kreatif yang dapat diciptakan dengan mengoptimalkan penggunaan Telkom API di xsight. Meyakinkan kami bahwa generasi muda Indonesia kita siap tumbuh dan bersaing di dunia digital dan teknologi masa kini," ujar Ahmad saat jumpa pers, Minggu (25/2).

Telkom Hackathon 2018 adalah ajang kompetisi pembuatan aplikasi berhadiah ratusan juta dan perjalanan bisnis ke luar negeri, segera masuki babak final.

Sebanyak 20 tim terbaik telah berhasil lolos dari penjurian tahap pertama dan mengalahkan hampir 400 tim lainnya yang berpartisipasi pada kompetisi ini. Tim finalis yang lolos ke babak final berdatangan dari berbagai kota di Indonesia.

Sebanyak 20 tim finalis Telkom Hackathon terpilih adalah Cardio PP (Bandung), Cerise (Bandung), Digital Koperasi (Jakarta), D-LOG (Medan, Bandung, Makassar), ESSchool (Surabaya), Fotoin (Jakarta), Gifood (Yogyakarta), HappyDeliv (Jakarta), Just a pinless Payment Application (Bandung), Lamial (Yogyakarta), MagiCart (Bandung), Masakin (Jakarta), Medth (Jakarta), Natieva(Jakarta), SNOPY (Jakarta), Sorella (Jakarta), Trasurance(Surabaya), Tukang Dagang (Bandung), Ulah - Uang Sekolah (Yogyakarta) dan Zakki (Denpasar).

Tim finalis terpilih mengikuti tahap coaching clinic dan grand final yang akan diadakan di Bandung Digital Valley, Jalan Gegerkalong Hilir nomor 147, Sabtu (24/2) dan Minggu (25/2).

Di hari pertama, peserta diberikan pelatihan dan pendampingan (coaching clinic) oleh coach Dr. Eko Budiardjo/IPKIN (Ikatan Profesi Komputer dan Informatika Indonesia) serta Bima Laga/IDEA (Indonesia e-Commerce Association).

Setelah coaching clinic, peserta diberikan waktu untuk melakukan hacking guna meyempurnakan karya nya dengan bimbingan/mentoring dari Dr. Bisyron Wahyudi Idsirtii(Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure/Coordination Center) selama proses hacking.

Tim juri untuk babak grand final terdiri dari tim internal PT Telkom dan external. Juri internal PT Telkom diwakili oleh Tri Gunadi - EVP Divisi Business Service PT Telkom Indonesia dan Alip Priyono, IR- EGM Information Technology PT Telkom Indonesia.

Sedangkan tim juri eksternal terdiri dari pakar teknologi Indonesia yaitu Didik Partono Rudiarto dari Aspiluki (Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia), Andy Zaky/MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Inovasi dan Komunikasi Indonesia), Prof. Richardus Eko Indrajit/APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia), Betty Alisjahbana/AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia), dan I Gusti Manik/Rocklife Systems Inc.

Sementara itu, Ketua Satgas xsight PT Telkom, Sri Safitri menjelaskan, kompetisi ini sejalan dengan upaya PT Telkom mendorong kawula muda untuk memiliki semangat menjadi entrepreneur digital.

"Sekaligus menyelaraskan diri dengan amanat Presiden Jokowi yang tengah gigih membangun ekonomi digital di Indonesia. Terlebih kami sebelumnya juga sudah sukses menggelar Telkom Hackathon 2015 dan 2016, sehingga event akbar tahunan ini kembali kami selenggarakan guna mencapai tujuan kemandirian ekonomi digital bangsa," katanya.

(ES/AA)
  1. Inovasi
  2. Jaringan Telekomunikasi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA