1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

STP NHI Bandung usulkan program doktoral

"Tentunya tak mudah ya mengeluarkan usulan program doktoral karena ada begitu banyak hal yang harus diperhatikan," ujar Haryadi.

STP NHI Bandung. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Kamis, 13 September 2018 18:14

Merdeka.com, Bandung - Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung (STP NHI Bandung) berupaya untuk mengusulkan program anyar. Tak main-main, yang menjadi usulannya adalah program doktoral yakni Program Doktor Terapan Pariwisata. Usulan ini dinilai sejalan dengan kebutuhan dunia kerja dewasa ini.

Berada di bawah nauangan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan secara teknis akademis dibina oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, usulan ini hadir atas dasar upaya perguruan tinggi tersebut untuj menyiapkan tenaga-tenaga profesional dibidang pariwisata.

Direktur Pasca Sarjana STP NHI Bandung, Haryadi Dharmawan mengatakan, kebutuhan akan jenjang pendidikan Doktor Terapan (S3) sangat dinanti oleh para akademisi di bidang pariwisata. Program Doktor Terapan Pariwisata ini menjadi satu-satunya program doktor yang tidak menginduk kepada keilmuan lain.

"Tentunya tak mudah ya mengeluarkan usulan program doktoral karena ada begitu banyak hal yang harus diperhatikan," ujar Haryadi kepada Merdeka Bandung dalam acara ‘Klarifikasi Hasil Evaluasi Usulan Pembukaan Program Studi Ilmu Pariwisata Program Doktor Pada Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung’, Kamis (13/9).

Ia menjelaskan, konsentrasi yang ditawarkan oleh program studi ini adalah Manajemen Bisnis Hospitality, Manajemen Destinasi Pariwisata, Manajemen Bisnis Perjalanan, dan Manajemen Konvensi dan Acara. Tim Ditjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti kemudian melakukan evaluasi lapangan, diakhiri dengan perumusan hasil evaluasi dan kesimpulan.

Sementara itu, Plt. Ketua STP Bandung, Faisal menuturkan, upaya yang dilakukan dalam mempersiapkan program doktoral baru ini adalah dana. Tentunya, pihak STP NHI Bandung harus realistis dalam membuka program doktoral ini.

"Tentu langkah yang dilakukan adalah realistis menyiapkan dana. Selain itu, kami juga butuh mempersiapkan dosen-dosen yang mumpuni, itu bukan menjadi kendala karena kami memiliki banyak sumber daya manusia yang berkualitas untuk bidang pariwisata," kata Faisal.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Kelembagaan, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melaksanakan klarifikasi hasil evaluasi terhadap usulan pembukaan Program Studi Ilmu Pariwisata Program Doktor yang diajukan oleh Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung pada tahun 2017 lalu.

Berlangsung di Gedung Pascasarjana STP Bandung, mewakili Direktur Pengembangan Kelembagaan Kemenristekdikti, Prof. Dr. Lili Warly, M.Agr. (Reviewer Kemenristekdikti) memberikan sambutan pada pembukaan acara klarifikasi hasil evaluasi tersebut.

Usulan Program Doktor Terapan Pariwisata menjawab tantangan bagi pariwisata untuk menjadi Hot Issue dan Trend Global, serta sebagai Leading Sector unggulan pembangunan sejak tahun 2016 yang didukung oleh SDM Vokasi yang berkualitas.

(ES/AA)
  1. Info Kampus
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA