Penikam warga Bandung juga pernah tusuk orang tuanya di Ciamis

user
Farah Fuadona 14 Desember 2016, 15:30 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Muhammad Azis Ghozari (19) pelaku penusukan delapan warga Kelurahan Cigondewah, Kota Bandung, diketahui pernah melakukan hal serupa pada orang tuanya. Azis melakukan percobaan penusukan tersebut pada November 2016 lalu di Kabupaten Ciamis.

"Beberapa informasi disebutkan. Sebelum penusukan terjadi, orangtuanya juga pernah (menjadi korban) di Ciamis sana. Lalu dia kabur ke Bandung sini," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, Rabu (14/12).

Azis kemudian ke Bandung. Di Kota Kembang ini Azis juga berulah, di mana delapan warga Kelurahan Cigondewah ditikam menggunakan senjata tajam. Aksi penikaman secara tiba-tiba dilakukan di Jembatan Tol Batureungat Rw 03 Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, terjadi pada Selasa (13/12) pukul 17.00 WIB.

Ulah dari perbuatan Azis ini mengakibatkan satu orang, Asep Odang Sutisna tewas. Sebilah pisau menghujam dada kiri korban hingga tubuhnya ambruk. Adapun tujuh lainnya mengalami luka sobek akibat sabetan senjata tajam.

Dia memastikan Azis adalah pelaku tunggal saat beraksi seorang diri dengan cara menikam para korban. "Ya dia pelaku tunggal," ujarnya.

Dia menambahkan, Azis saat ini masih sulit dimintai keterangan lantaran kondisi fisik yang lemah akibat dikeroyok warga. Saat diperiksa pun Azis masih ngelantur. "Diperiksa ngelantur, enggak tau itu gila atau pengaruh obat," kata Hendro.

Keterangan yang digali dari keluarga tersangka, menurut dia, bahwa Azis hadir berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Pendidikannya hanya hingga SMP. "Keluarga broken home. Sejak lama keluarganya berpisah. Akhirnya dia tidak ada yang mengurus. Kemudian apakah dia ini terjadi ganguan jiwa, atau obat dan minuman masih didalami," katanya.

Kredit

Bagikan