1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Polemik pemilihan Sekda, Oded akan lakukan evaluasi dengan kang Yana

FPKB minta Oded untuk mempertimbangkan Sekda berdasarkan penilaian tim panitia seleksi lelang terbuka Sekda yang diisi para ahli independen.

Plt Wali Kota Bandung, Oded Muhammad Danial. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Jum'at, 14 September 2018 10:00

Merdeka.com, Bandung - Berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Bandung (FPKB) menemui Plt Wali Kota Bandung Oded M Danial di Balai Kota Bandung, Kamis (13/9). Mereka meminta Oded untuk merespons aspirasi penolakan Benny Bachtiar sebagai sekretaris daerah Kota Bandung terpilih.

Koordinator Forum Peduli Bandung Kandar Karnawan meminta Oded untuk mempertimbangkan Sekda berdasarkan penilaian tim panitia seleksi lelang terbuka Sekda yang diisi para ahli independen. Dengan memilih berdasarkan hasil uji kompetensi dan kelayakan tanpa rekayasa, Oded akan dinilai publik dan ASN sebagai pemimpin yang berlaku objektif sesuai sistem terukur dan professional.

Penilaian tertinggi di posisi satu dan dua pada hasil lelang terbuka seperti diketahui dicapai nama-nama pejabat karier Pemerintah Kota Bandung. Informasi terkait nilai akhir bobot yang muncul dari tim pansel Sekda menunjukkan kandidat Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung Ema Sumarna di peringkat pertama dengan nilai 81.654, disusul Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung Mohamad Salman Fauzi meraih nilai 80.764, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi Benny Bachtiar dengan perolehan nilai 80.383.

Kedua kepala dinas itu dipastikan ikut dalam gerbong peran penting yang selama ini menyokong Ridwan-Oded dalam meraih 350 penghargaan untuk Kota Bandung.

"Tentu kami pantas heran. Kurang layak apa lagi para pejabat hasil binaan Pemkot Bandung ini? Mereka ini yang paling paham cara dan strategi melanjutkan Bandung Juara. Dengan menunjuk nama Sekda dari luar Bandung, kecepatan kinerja Pemkot Bandung akan berkurang," ujar Kandar di Balai Kota Bandung.

Dengan menunjuk nama Sekda tanpa menggubris hasil ketat lelang terbuka, Kandar melihat Ridwan Kamil tidak mengedepankan profesionalisme. Oleh sebab itu, ia berharap Oded menggunakan haknya sebagai wali kota terpilih. Kandar menilai sejak awal Ridwan berjiwa besar dengan memberikan jalan bagi Oded untuk memilih langsung Sekda yang akan mendampingi selama masa jabatan ke depan.

"Saat menunjuk Sekda, Bapak Ridwan Kamil ini kan bersiap menjadi gubernur. Kenapa kami menangkap kesan Pak Ridwan tidak berkenan memberikan hak penunjukan nama Sekda sepenuhnya sebagai wali kota waktu itu, kepada wali kota terpilih. Maka kami menuntut serahkan sepenuhnya nama Sekda pada Pak Oded," kata dia.

Kandar menilai pemilihan Sekda ini tidak bisa dianggap sepele. Sekda bukan hanya tentang ASN tetapi juga menyangkut kepentingan publik Kota Bandung di masa mendatang. Ada kinerja puluhan SKPD yang ada di bawah komando Sekda yang memegang peran penting untuk keberlangsungan pembangunan Kota Bandung sesuai harapan publik.

"Sekda tidak mengenal ketokohan atau latar belakang kepala daerah yang akan menjadi atasannya. Siapapun kepala daerahnya, Sekda harus bisa melayani dan setia. Kepala daerah itu pejabat politis. Sementara Sekda adalah metronom yang bisa menjaga ritme kinerja dan prestasi Pemerintahan Kota Bandung, tidak terpengaruh pergantian kepemimpinan di tingkat wali kota dan wakil wali kota," kata Kandar.

Kandar menyebut, dari hasil survei yang digulirkan bulan lalu mengarah pada ketidaknyamanan ASN Pemerintah Kota Bandung dalam menerima Sekda hasil pilihan mantan wali kota Bandung Ridwan Kamil. Hasil survei ini bertolak berlakang dengan apa yang disampaikan Ridwan Kamil saat itu, yang menyebut ada 86 persen ASN Pemkot Bandung yang menyatakan tidak masalah pada keterpilihan Benny sebagai Sekda. Jika dirasa perlu, kata dia, Oded dapat menggulirkan survei ulang yang terbuka dan terukur kepada ASN.

"Kami sudah melakukan verifikasi hasil survei yang diklaim Bapak Ridwan Kamil. Ternyata di lapangan hasilnya bertolak belakang. Sebanyak 80 persen ASN menolak nama tersebut, dan menginginkan Sekda dipilih dari pejabat ASN yang telah berpengalaman di internal Pemkot Bandung," ungkapnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Bandung, Oded Muhammad Danial akan menampung aspirasi yang disampaikan masyarakat dari Forum Peduli Bandung. Oded mengaku akan membahas persoalan ini dengan wakil wali kota Bandung terpilih Yana Mulyana.

"Saya akan evaluasi dulu. Saya akan ngobrol dengan Kang Yana, karena Mang Oded mah selalu ingin melibatkan bersama-sama dengan wakil saya, Kang Yana, maka akan dibahas dengan beliau apa yang disampaikan oleh forum tersebut," katanya.

 

(ES/DR)
  1. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA