1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

PKS tegaskan pasangan Demiz-Syaikhu belum berubah di Pilgub Jabar

"Anda bisa baca sekarang, baik pernyataan Pak Prabowo, Fadli Zon, masih belum ada perubahan," ujar Oded.

Ketua MPW PKS Jabar Oded M Daniel. ©2016 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Kamis, 14 September 2017 19:00

Merdeka.com, Bandung - Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jawa Barat Oded M Danial memastikan belum ada perubahan terkait pengusungan pasangan Deddy Mizwar (Demiz) - Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar 2018 mendatang. Menurut Oded, Demiz -Ahmad Syaikhu masih merupakan pasangan resmi yang diusung PKS dan Gerindra sesuai dengan keputusan pimpinan DPP masing-masing partai.

"Saya masih sangat percaya dengan struktur pusat. Setelah kemarin komunikasi kami baik pusat, presiden partai (PKS) langsung komunikasi dengan Pak Prabowo, itu belum ada perubahan kok (pasangan Demiz-Ahmad Syaikhu). Anda bisa baca sekarang, baik pernyataan Pak Prabowo, Fadli Zon, masih belum ada perubahan," ujar Oded saat ditemui di sela acara sosialisasi branding destinasi Bandung di Hotel El Royale, Jalan Merdeka, Kamis (14/9).

Pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bandung ini menyebut sebagai kader partai di daerah, dia bertugas menjalankan instruksi dari DPP untuk mengusung pasangan Demiz - Ahmad Syaikhu.

"Pada prinsipnya partai politik punya struktur mulai DPP sampai daerah wilayah wilayah lain. Ya di mana-mana namanya parpol di kewilayahan daerah itu kan mengamankan kebijakan pusat. Saya ketika dapatkan informasi, amanah dari pusat bahwa pusat sudah memutuskan sebuah keputusan, ya kita mesti diamankan, kan begitu," katanya.

Menurut Oded, pernyataan yang disampaikan Ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi yang ingin mencabut dukungannya terhadap pasangan Deddy Mizwar (Demiz) dan Ahmad Syaikhu hanyalah miss komunikasi. "Kalaupun misalnya masih ada hal-hal yang masih belum bulat dengan kader, justru seharusnya yang namanya pimpinan itu harus mengamankan," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi menyampaikan alasan mengapa dengan lantang mencabut dukungan pada pasangan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu sebagai bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur Jabar 2018. Ini dilakukan lantaran Gerindra tidak melihat keseriusan PKS terhadap pasangan ini.

"Saya secara ketua partai di Jabar menyatakan kita masih bersama-sama. Saya cuma peringati PKS. Ini jadi enggak? Pasangan ini ide PKS-kan. Tapi justru saya sekarang lihat tidak serius," kata Mulyadi saat dihubungi merdeka.com beberapa waktu lalu.

Warning dari ketua Gerindra itu langsung disikapi Ketua DPW PKS Jawa Barat Ahmad Syaikhu. Dia menganggap pernyataan Mulyadi yang ingin mencabut dukungannya terhadap pasangan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu hanyalah miss komunikasi.

Mulyadi yang menilai PKS tidak bersinergi dengan Gerindra justru tidak demikian. Kata Syaikhu yang merupakan bakal calon wakil Gubernur Jabar. Menurut dia PKS tetap bekerja untuk terus mensosialisasikannya.

"Mungkin teman-teman melihat bagaimana sesungguhnya kita terus melakukan mobilisasi di internal masing-masing. Saya di PKS dan Pak Haji Mulyadi diharapkan di Gerindra-nya. Kita sudah bergerak kok, enggak ada masalah," ungkap Syaikhu saat dihubungi melalui telepon.

(MT/DR)
  1. Pilgub Jabar
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA