1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Peringati Hardiknas, KMHDI Mengajar di 21 Provinsi

"Kader KMHDI sudah mulai turun mengajar dimulai bulan April lalu, dan puncaknya akan dilaksanakan 2 Mei hari ini".

KMHDI. ©2019 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Kamis, 02 Mei 2019 13:39

Merdeka.com, Bandung - Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) melakukan program mengajar di 21 provinsi. Kegiatan tersebut terbagi ke 51 daerah.

Ketua Presidium Pimpinan Pusat KMHDI, I Kadek Andre Nuaba mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya menyelenggarakan kegiatan memperingati Hardiknas dengan cara berbeda.

Program KMHDI Mengajar sendiri telah dilaksanakan sejak tahun 2014. Program KMHDI Mengajar dilaksanakan sebagai amanat Undang-Undang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa secara demokratis.

"Kader KMHDI sudah mulai turun mengajar dimulai bulan April lalu, dan puncaknya akan dilaksanakan 2 Mei hari ini," ujar Andre, Kamis (2/5).

Acara ini juga diselenggarakan mengingat angka putus sekolah dan ketimpangan pendidikan yang dihadapi anak-anak Indonesia masih butuh sorotan.

"Kita ingin mendidik secara demokratis, karena cerdas adalah hak segala anak bangsa. Tidak boleh ada anak bangsa yang tertinggal dan tidak boleh ada anak bangsa yang takut untuk bermimpi," jelasnya.

Andre mengungkapkan, KMHDI secara sengaja memilih daerah terpinggir dan terpelosok sebagai sasaran program KMHDI Mengajar, karena menurutnya anak-anak pinggiran adalah generasi yang jauh dare hiruk pikuk moderenisasi.

"Kita sadar, dengan sasaran tersebut akses adalah masalah utama, namun semangat mengabdi KMHDI tidak akan berhenti hanya dengan tantangan itu” tambahnya.

KMHDI Mengajar memberikan pengajaran yang mencakup pendidikan Pancasila, toleransi, edukasi tentang pergaulan bebas, bahaya narkoba, edukasi dunia internet dan media sosial, dan motivasi dalam menggapai cita-cita.

"Sejak 2014, program KMHDI Mengajar kita laksanakan secara mandiri tanpa kerjasama dengan NGO atau Pemerintah sekalipun. Namun hasilnya nanti akan kita jadikan rekomendasi kepada Kemendikbud untuk memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan di daerah yang sudah kita tinjau secara langsung,"katanya.

(ES/AA)
  1. Pendidikan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA