1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Penumpang Kereta Api Selama Libur Natal dan Tahun Baru Diprediksi 1,7 Juta

Ada 119 petugas ekstra yang terdiri dari Petugas Pemeriksa Jalan (PPJ) dan Petugas Penjaga perlintasan (PJL).

©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Jum'at, 21 Desember 2018 15:23

Merdeka.com, Bandung - Manager Humas Daop 2 Bandung, Joni Martinus mengatakan, diperkirakan ada 1.711.358 penumpang yang akan diangkut oleh kereta api pada masa libur natal dan tahun baru (nataru) 2018/2019. Setiap harinya, lanjut dia, akan ada 62 ribu penumpang yang naik kereta api pada wilayah Daerah Operasi (Daop) 2.

“Kami perkirakan setiap harinya akan diangkut sekitar 62 ribu penumpang yang terdiri dari sekitar 19 ribu penumpang kereta api utama dan 43 ribu penumpang kereta api lokal. Secara total, akan diangkut sekitar 1.711.358 penumpang selama masa Nataru 2018/2019 ini,” ujar Joni dari berita tertulis diterima Merdeka Bandung, Kamis (20/12).

Angka tersebut, lanjutnya, mengalami peningkatan sekitar empat persen dibandingkan masa Nataru tahun lalu. Tahun ini, pihaknya menyediakan 32 kereta api utama dan 58 kereta api lokal. Disiapkan pula 29 armada lokomotif dan 245 kereta.

Sementara itu, masa posko angkutan Nataru 2018/2019 PT Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri sudah dimulai pada 20 Desember 2018. Menghadapi hal tersebut, Daop 2 Bandung telah siap melaksanakannya meliputi operasional, pelayanan, pengamanan dan semua aspek yang menjamin kenyamanan serta keamanan penumpang disiagakan semua.

“Kami sudah melaksanakan Apel Gelar pasukan diikuti seluruh jajaran pegawai Daop 2 beserta personel TNI dan polri yang akan turut serta mengamankan Angkutan Nataru 2018/2019. Ada 414 personel pengamanan internal dan 92 personel pengamanan eksternal yang terdiri dari TNI, Polri, Brimob, POM, dan 6 anjing pelacak K-9,” jelasnya.

Pada masa Nataru ini, lanjutnya, ditambahkan 119 petugas ekstra yang terdiri dari Petugas Pemeriksa Jalan (PPJ) dan Petugas Penjaga perlintasan (PJL).

Operasi Angkutan Nataru 2018/2019 akan berlangsung selama 18 hari mulai dari 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019. Menurut Joni, pada masa itu seluruh pegawai kereta api harus siaga bahu membahu totalitas dan loyalitas melaksanakan posko berikut evaluasinya.

“Perkiraan kami, puncak arus penumpang akan terjadi pada tanggal 24 Desember 2018 dan arus balik pada 1 Januari 2019. Hal tersebut bisa kita lihat dari kecenderungan okupansi penumpang yang terus meningkat. Bahkan sudah banyak yang mencapai 100 persen,” ungkap Joni.

Untuk meningkatkan pelayanan pada masa Nataru 2018/2019, Daop 2 menjalankan empat kereta api tambahan yang terdiri dari KA Lodaya Malam Tambahan relasi Bandung - Yogyakarta - Solobalapan dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Bandung pukul 20.20 WIB.

Lalu, KA Lodaya Pagi Tambahan relasi Bandung - Yogyakarta - Solobalapan dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Bandung pukul 09.35 WIB, dan KA Kutojaya Selatan Tambahan relasi Kiaracondong - Kutoarjo dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Kiaracondong pukul 11.10 WIB.

Terakhir adalah KA Pasundan Tambahan relasi Kiaracondong - Surabaya Gubeng dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Kiaracondong pukul 06.45 WIB.

(MH/AA)
  1. Libur Natal
  2. Tahun Baru 2019
  3. Liburan Akhir Tahun
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA