1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Pengamat nilai pasangan Asyik pamer kaus #2019GantiPresiden tidak etis

"Saya pikir tidak etis lah. Ini kan pertarungan pilgub kan, jadi jangan bicara agenda yang lain, apalagi bicara pilpres," kata Firman.

Ilustrasi Pilkada. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Selasa, 15 Mei 2018 15:08

Merdeka.com, Bandung - Pengamat politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Firman Manan menilai tindakan pasangan nomor urut tiga Sudrajat-Syaikhu (Asyik) yang membentangkan kaus #2019GantiPresiden sebagai tindakan yang tidak etis.

Seperti diketahui, kejadian itu terjadi saat pasangan Asyik menyampaikan closing statement dalam Debat Pilgub Jawa Barat (Jabar) yang digelar Senin (14/5) malam.

Menurut Firman, tidak seharusnya pasangan Asyik berbicara tentang agenda pilpres dalam acara debat Pilgub. Sebab momen debat digunakan untuk membahas Pilgub Jabar, bukan yang lain.

"Saya pikir tidak etis lah. Ini kan pertarungan pilgub kan, jadi jangan bicara agenda yang lain, apalagi bicara pilpres. Setahu Saya KPU kan juga tidak memperkenankan. Jadi tidak boleh berkampanye pilpres, karena ini kan pilkada," ujar Firman kepada merdeka.com saat dihubungi lewat ponselnya, Selasa (15/5).

Firman juga memandang, tindakan yang dilakukan pasangan Asyik sebagai bentuk provokasi. Provokasi semacam ini kata dia seharusnya tidak boleh terjadi dalam acara debat tadi malam.

"Ini kan juga memprovokasi juga pada akhirnya. Kalau kita lihat walaupun agak panas kan tadinya baik-baik saja awalnya, perdebatan sehat lah. Tapi di akhir agak mencoreng ya, tidak etis dan provokasi juga," katanya.

Menurut dia, KPU dan Bawaslu minimal harus memberikan tindakan kepada pasangan Asyik. Sebab KPU pun sebelumnya telah mengingatkan bahwa tindakan-tindakan yang sifatnya memprovokasi harus dihindari.

"Ya seperti itu minimal itu harus ada teguran (dari KPU atau Bawaslu) terhadap pasangan calon yang melakukan itu. Setahu Saya juga KPU RI sudah menyatakan jauh-jauh hari tidak boleh pasangan calon di pilkada itu bicara tentang pilpres," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kericuhan terjadi saat debat publik putaran kedua di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok. Closing statement pasangan nomor tiga yaitu Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) diakhiri dengan membentangkan kaus bertulisan 2018 Asyik menang 2019 Ganti Presiden.

Sontak hal itu membuat pendukung pasangan lain geram. Hal itu membuat pasangan nomor urut empat yaitu Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi terhalang untuk menyampaikan closing statement.

Melihat reaksi para pendukungnya itu, TB Hasanuddin pun angkat bicara. Dia berupaya menenangkan para pendukungnya yang ada dalam Balairung UI Depok. "Sudah tenang. Kita selesaikan nanti. Jangan terpancing," kata TB Hasanuddin atau biasa disapa Kang Hasan, Senin (14/5).

Berkali-kali Kang Hasan berusaha menenangkan para pendukungnya itu. Namun tetap saja mereka bersorak. Hingga akhirnya para pendukung mau mendengarkan imbauan Kang Hasan. "Walaupun ini bukan forum capres, saudara tetap tetang, ini pemilihan gubernur, belum masuk pada capres. Jadi mohon saudara tenang," katanya.

Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Yayat Hidayat, menjelaskan jika ada yang dipersoalkan akan diselesaikan di luar forum. "Kita punya Bawaslu, kita bisa selesaikan dengan baik. Tolong pada masing-masing tim kampanye untuk bisa menahan diri," kata Yayat.

(MT/DR)
  1. Pilkada Serentak
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA