1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Pemuda harus dibikin sibuk, Emil akan siapkan anggaran Rp 100 juta tuk Karang Taruna

"Banyak anak muda terjerumus narkoba, miras. Sebenarnya mengurusi pemuda itu sederhana, pemuda harus dibikin sibuk," ujar Emil.

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut satu, Ridwan Kamil. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Rabu, 11 April 2018 09:43

Merdeka.com, Bandung - Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut satu, Ridwan Kamil mengatakan generasi muda sangat rentan terjerumus dengan perilaku negatif sepertu narkoba dan miras. Pria yang akrab disapa Emil ini menilai perlu adanya program yang membuat para pemuda di Jawa Barat sibuk dengan kegiatan positif.

"Banyak anak muda terjerumus narkoba, miras. Sebenarnya mengurusi pemuda itu sederhana, pemuda harus dibikin sibuk," ujar Emil dalam acara Muzakarah Politik yang digelar ICMI Jawa Barat di Hotel Savoy Homan, Kota Bandung, Selasa (10/4).

Emil mengatakan, pemuda merupakan generasi penerus yang harus dipersiapkan dengan baik. Sebab pemuda memiliki kontribusi besar dalam pembangunan.

Untuk itu, Emil mengaku ingin membawa beragam program yang telah diterapkan di Kota Bandung ke tingkat Jawa Barat. Dia mencontohkan salah satunya yakni lewat pemberian anggaran Rp 100 juta untuk karang taruna per kelurahan. Lewat keberpihakan anggaran ini, para pemuda dapat menggelar beragam kegiatan positif.

"Saya di Kota Bandung punya anggaran Rp 100 juta pertahun per karang taruna. Itu ada yang digunakan beli alat musik, bikin seminar dan lain-lain. Itu akan kami bawa juga ke Jawa Barat," kata dia.

Emil menilai jika generasi muda di Jawa Barat masih belum kompetitif. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya tingkat pendidikan yang hanya lulusan SMP. Untuk itulah, pasangan Rindu bertekad untuk meningkatkan SDM anak mudanya sehingga dapat bersaing.

Hal ini lanjut Emil sekaligus mengawal misi Indonesia emas tahun 2045 melalui Jawa Barat yang jumlah penduduknya paling banyak di Indonesia

"Pasangan Rindu memiliki semangat untuk menjadikan Jabar provinsi inovatif di Indonesia. Dengan cara, pertama, menggeser berbagai layanan menjadi layanan digital. Kedua, tidak ada krisis sosial politik dalam berdemokrasi, dan ketiga bonus demografi yang kompetitif," katanya.

(ES/DR)
  1. Pilkada Serentak
  2. Kampanye
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA