1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Pemkot Bandung Akui Kesulitan Cari Lahan Untuk Bangun Kolam Retensi di KBU

"Kolam retensi akan efektif kalau penempatannya di atas KBU. Karena kalau di atas air bisa terparkir dulu".

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana . ©2019 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Selasa, 09 April 2019 18:42

Merdeka.com, Bandung - Kota Bandung selama ini masih kerap dilanda banjir. Derasnya air yang berada di daerah hulu membuat air meluncur dengan deras ke daerah yang berada di bawahnya.

Salah satu upaya yang sedang digagas yakni pembangunan kolam retensi di daerah Kawasan Bandung Utara (KBU). Namun Pemkot kesulitan untuk membuat kolam retensi karena sulitnya lahan.

"Kolam retensi akan efektif kalau penempatannya di atas KBU. Karena kalau di atas air bisa terparkir dulu tapi kami agak sulit mencari lahan," kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Dudi Prayudi di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Selasa (9/4).

Dudi menyebut, sepanjang aliran sungai yang sebagian besar sudah menjadi pemukiman warga. Tak hanya itu ada juga yang telah beralih fungsi menjadi perkebunan. Hal itu diketahui dari hasil survei yang dilakuka oleh DPU.

"Kita sudah survei ke lokasi sepanjang aliran sungai khususnya di Bandung Timur. Namun, keterbatasan lahan menjadi kendala alternatif ini bisa direalisasikan. Banyak sekali yang mulai bangun langsung di bibir sungai. Banyak juga yang berdiri di kirmir kita," ucapnya.

Dudi mengungkapkan, dibutuhkan kolaborasi dengan Pemda setempat untuk memgatasi persoalan ini. Sebab daerah KBU sendiri di bagian utara merupakan wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

"Oleh karena itu kita berharap mungkin peran lintas administrasi teman-teman kabupaten. Setidaknya kalau bisa ditahan di kabupaten, debit air tidak terlalu banyak," katanya.

Adapun banyaknya peristiwa kirmir jebol, pihaknya telah melakukan pemetaan. Untuk antisipasi pihaknya melakukam pemasangan bronjong.

"Nanti setelah musim hujan selesai, maka pembangunan kirmir permanen akan dilakukan," ungkapnya.

(ES/DR)
  1. Banjir
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA