1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Pasca bom di Surabaya, KAI Bandung perketat penjagaan

Dalam hal ini, kata Joni, pihaknya akan melakukan langkah-langkah antisipatif demi mewujudkan keamanan dan kenyamanan pengguna kereta api.

Ilustrasi pengamanan di stasiun kereta api. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Selasa, 15 Mei 2018 13:23

Merdeka.com, Bandung - Pasca-kejadian ledakan bom beruntut yang terjadi di Surabaya kemarin, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung kini memperketat dan meningkatkan kewaspadaan penjagaan di jalur kereta api, area stasiun, serta perkantoran.

Manager Humas PT KAI Daop 2 Joni Martinus, mengatakan, keamanan diperketat mengacu kepada Keputusan Presiden Nomor 63 tahun 2004 tentang Pengamanan Objek Vital Nasional, sarana dan prasarana perkeretaapian termasuk salah satu objek vital nasional tersebut.

"Tentunya setelah kejadian kemarin di Surabaya, kami melakukan berbagai antisipasi yang di antaranya adalah memperketat dan meningkatkan kewaspadaan penjagaan di jalur kereta api, area stasiun, serta perkantoran," ujar Joni kepada Merdeka Bandung saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (15/5).

Dalam hal ini, kata Joni, pihaknya akan melakukan langkah-langkah antisipatif demi mewujudkan keamanan dan kenyamanan pengguna kereta api.

"Kami berharap semua pihak berperan aktif untuk memberikan informasi kepada petugas di stasiun, jalur kereta, dan area perkantoran apabila ditemukan hal-hal yang dicurigai, baik orang atau pun barang. Ini sangat penting untuk koordinasi tindak lanjut mengantisipasi tindakan teror," katanya.

Langkah nyata dalam mewujudkan itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara manual maupun menggunakan metal detector. Pengamanan 24 jam pun akan dilaksanakan di semua area kerja dan direncanakan segera menggunakan inspector mirror untuk memeriksa semua mobil yang memasuki area parkir.

Pasca-kejadian pengeboman tersebut, Manajemen Daop 2 bertindak sigap langsung memberikan pembinaan kepada jajaran pengamanan terkait dengan deteksi dan cegah dini terhadap ancaman bom. "Kami semua siaga dan waspada untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan," ujarnya.

(MT/AA)
  1. Info Kota
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA