1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Pantau harga dan stok komoditas, Dispangtan gelar sidak di Pasar Sederhana

Selain melakukan pengecekan harga dan stok, pihaknya juga melakukan pengecekan keamanan pangan.

Sidak pasar. ©2016 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Rabu, 06 Desember 2017 15:35

Merdeka.com, Bandung - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung bersama PD Pasar Bermartabat menggelar sidak komoditas pangan di Pasar Sederhana, Jalan Sederhana, Rabu (6/12). Kegiatan ini dilakukan untuk memonitoring harga dan stok komoditas jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Sidak dipimpin langsung oleh Kepala Dispangtan Kota Bandung Elly Wasliah yang didampingi Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung Ervan Maksum. Rombongan mengunjungi kios-kios pedagang di Pasar Sederhana, mulai dari pedagang beras, daging ayam, daging sapi, telur dan sayur sayuran. Elly menanyakan kepada para pedagang terkait kondisi harga dan ketersediaan stok komoditas.

Elly mengatakan, dari hasil pantauannya, ada dua komoditas yang mengalami kenaikan jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru ini. Dua komoditas tersebut adalah telur dan cabe merah.

"Telur naik Rp 4000 dari harga normal Rp 20 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp 24 ribu per kilogram. Selain itu, cabe merah juga mengalami kenaikan Rp 5000 per kilogram," ujar Elly kepada wartawan di sela sidak.

Adapun untuk komoditas lain seperti beras, daging ayam, daging sapi dan sayur-sayuran tidak mengalami kenaikan. Untuk harga beras jenis medium yakni Rp 10 ribu per kilogram dan jenis premiun yakni Rp 13 ribu per kilogram. Daging ayam Rp 32 ribu, daging sapi sebesar Rp 110 ribu.

"Jadi alhamdulillah harga dan stok dalam kondisi aman jelang natal dan tahun baru," katanya.

Selain melakukan pengecekan harga dan stok, lanjut Elly pihaknya juga melakukan pengecekan keamanan pangan. Dia mencontohkan sejumlah komoditas seperti daging dilakukam uji formalin. Hak ini dilakukan ntuk memastikan komoditas yabg dijual tidak mengandung bahan kimia berbahaya

"Kita juga lakukan uji keamanan pangan. Alhandulillah tidak ada komoditas yang mengandung bahan kimia berbahaya ," kata Elly.

(FF/DR)
  1. Info Kota
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA