1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Nasdem sebut kebersaman PDIP dan Golkar bentuk ketakutan terhadap Emil

"Kami bukan lihat populernya saja, tapi Ridwan Kamil memang sosok yang dibutuhkan Jawa Barat," kata Saan.

Ketua DPW Partai Nasdem Saan Mustopa . ©2016 Merdeka.com Reporter : Andrian Salam Wiyono | Kamis, 10 Agustus 2017 07:27

Merdeka.com, Bandung - Ketua DPW Partai Nasdem Saan Mustopa menyebut, kebersamaan yang dibangun PDIP dan Golkar terkait Pilgub Jabar 2018 adalah bentuk ketakutan akan figur Ridwan Kamil. Tidak merapatnya Ridwan Kamil terhadap dua partai tersebut membuat Golkar dan PDIP bersatu.

"Mereka melihat sosok Ridwan Kamil justru menjadi gentar. Belum ditentukan (calonnya) tapi bangun dulu kebersamaannya. Ya karena itu memang kuatnya ketokohan Ridwan Kamil," kata Saan saat ditemui di Kantor DPD Nasdem Kota Bandung, Rabu (9/8).

Dia menyebutkan, dari beberapa nama yang digulirkan lembaga survei nama Wali Kota Bandung itu selalu bersaing di tiga besar dengan Deddy Mizwar serta Dedi Mulyadi. Masyarakat sudah bisa objektif menilai kinerja Ridwan Kamil. Ini bisa dibuktikan dengan beberapa penghargaan nasional yang disabet Ridwan Kamil saat memimpin Bandung.

"Kami bukan lihat populernya saja, tapi Ridwan Kamil memang sosok yang dibutuhkan Jawa Barat. visioner dn inovatif serta komitmen inilah yang diharapkan masyarakat Jabar. Makannya mengapa kita inginkan RK yang kita usung," terangnya.

Nasdem juga tidak menciut dengan rencana koalisi gemuk yang dibangun Golkar dan PDIP. Sebab Nasdem saat ini terus menjalin komunikasi politik dengan dua partai lain yang memiliki kursi signifikan di DPRD yakni PKB dan PPP. Jika Nasdem, PPP, dan PKB terealisasi untuk koalisi artinya kekuatan ini sudah cukup melawan kandidat lain.

"Kita tinggal penguatan untuk percepat koalisi antara Nasdem, PKB dn PPP. Masih ada beberapa partai yang menentukan sikap, jadi ini soal timing saja. Dan waktu bagi PPP untuk diclear ke publik. Sudah ada kesepahaman tinggal gongnya saja," sebutnya.

(FF/ASW)
  1. Pilgub Jabar
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA