1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Lukisan karya pelukis senior hadir di The Trans Luxury Hotel

"Lukisan yang tidak saja indah dinikmati, tetapi juga menarik untuk dikoleksi maupun dijadikan investasi," ujar Dwi.

pelukis senior. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Jum'at, 08 Juni 2018 10:46

Merdeka.com, Bandung - Sederet lukisan karya dari para pelukis senior seperti Momon, Gustomo, Handoyo dan Ken Bangun hadir dalam sebuah pameran bertema 'Kebersamaan dan Keindahan Berbagi'.

Pada area The Jewel Box The Trans Luxury Hotel karya-karya tersebut dipamerkan. Ada 96 karya yang hadir pada pameran ini. Lukisan-lukisan ini hadir mempercantik setiap sudut The Jewel Box hingga 5 September 2018 mendatang.

Pemilik Galeri Saraswati Wibowo, Dwi Mukti Wibowo mengatakan, dalam kesempatan kali ini Galeri Saraswati Wibowo bekerjasama dengan The Trans Luxury Hotel membuka peluang sekaligus ruang pamer untuk para pelukis.

"Kiranya tidak berlebihan jika pameran yang mengambil tema 'Kebersamaan dan Keindahan Berbagi' ini diperkaya dengan berbagai nuansa warna dan corak yang tercermin dari beberapa lukisan yang tidak saja indah dinikmati, tetapi juga menarik untuk dikoleksi maupun dijadikan investasi," ujar Dwi kepada Merdeka Bandung, Kamis (7/6).

Kemitraan antara The Trans Luxury Hotel dan Galeri Saraswati Wibowo, kata Dwi, menjadi bukti bahwa dengan kebersamaan segala sesuatu menjadi lebih mudah untuk diwujudkan, dan harapan lebih mudah mudah untuk dicapai.

"Kemitraan yang terus berlanjut ini juga menjadi indikasi bahwa korporasi tidak saja berorientasi pada profit dan berfokus pada konglomerasi usaha, tetapi telah merealisasikan corporate social responbililty nya menjadi kegiatan pemberdayaan dan pendampingan yang akan menjadi ikon keberpihakan kedua yang lebih plural, yaitu dunia seni, dunia usaha, dan dunia sosial sehingga menciptakan simbiosis multi fungsional yang dapat dinikmati oleh para pihak," jelasnya.

Dwi mengharapkan ajang pameran yang digelar di The Trans Luxury Hotel selama tiga bulan ini menjadi pemicu sekaligus pemacu terselenggaranya kegiatan serupa sehingga dapat menggelorakan semangat kebersamaan dalam berusaha dan menjembatani kegiatan berseni yang melibatkan semua pihak terkait.

"Disinilah makna tema pameran menemukan urgensi dan relevansinya," imbuh dia.

Sementara itu, pameran ini diselenggarakan sebagai lahan untuk beramal. Soalnya, sebagian dari hasil penjualannya akan disumbangkan untuk amal kepada Yayasan Brele Mukti Abadi.

(ES/AA)
  1. Seni
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA