1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Komisi VIII minta warga waspadai ancaman gempa Sesar Lembang

"Kepada pemerintah lakukan persiapan sejak dini dengan edukasi dan diklat siaga bencana, bentuk semaksimal mungkin relawan bencana, perkuat SDM".

Sodik Mudjahid. ©2018 Merdeka.com Reporter : Endang Saputra | Jum'at, 05 Oktober 2018 17:22

Merdeka.com, Bandung - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid meminta kepada masyarakat waspada mengenai temuan potensi bencana gempa di Sesar Lembang.

"Kita harus percayai hasil riset ilmiyah tentang potensi gempa termasuk di Sesar Lembang. Untuk kewaspadaan kita semua. Dan sikapi dengan jernih, maka ambil teori yang paling meningkat terjadinya lagi gempa yakni adanya aktivasi selama 10 ribu tahun bukan 50 ribu tahun," kata Sodik saat dihubungi merdeka.com, Jumat (5/10).

Politisi Partai Gerindra yang mewakili Dapil Jawa Barat I ini berharap kepada pemerintah untuk
memberikan edukasi tentang bencana dan diklat siaga bencana kepada masyarakat.

"Kepada pemerintah lakukan persiapan sejak dini dengan edukasi dan diklat siaga bencana, bentuk semaksimal mungkin relawan bencana, perkuat Sumber Daya Manusia (SDM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) bencana dan adakan latihan-latihan kemudian siapkan dan pasang alat pendeteksi bencana secara maksimum," kata dia.

Dengan prinsip berfikir seperti ini, kata Sodik selanjutnya harus mengatur langkah- langkah cara pengamanan dan edukasi budaya waspada di kalangan masyarakat.

"Seperti membangun infrastruktur tahan gempa diperlukan karena bencana alam gempa bumi tidak bisa dihindari dan diprediksi. Lakukan latihan dan gladi terjadinya gempa dan lain-lain," kata dia.

Sebelumnya, peneliti gempa sekaligus dosen dari Kelompok Keahlian Geodesi, Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano mengatakan, bahwa Sesar Lembang merupakan Sesar aktif. Hal ini bisa dilihat dari hasil riset para peneliti yang menyatakan bahwa adanya pergerakan patahan dalam kurun waktu 10 ribu tahun terakhir.

"Ada beberapa literatur yang menyebutkan bahwa disebut aktif apabila dalam 10 ribu tahun terakhir itu memiliki bukti pergeseran. Itu baru dikatakan Sesar aktif. Tapi ada beberapa pendekatan ada yang mengatakan 10 ribu, 40 ribu tahun, ada yang 100 ribu. Jadi kalau dalam rentang paling tidak kita menggunakan yang paling sederhana, kalau dalam rentang 10 ribu tahun terakhir pernah terjadi gempa dalam bidang Sesar tersebut itu aktif," ujar Irwan kepada Merdeka Bandung saat ditemui di Kampus ITB, Kamis (4/10).

 

 

(ES/ES)
  1. Ahli Gempa
  2. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA