1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Kerugian akibat kebakaran Pasar Gedebage ditaksir capai miliaran rupiah

"Data sementara sebanyak 116 unit kios dan 170 lapak pedagang kali lima (PKL) menjadi korban kebakaran".

Pasar Gedebage. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Senin, 16 Juli 2018 11:54

Merdeka.com, Bandung - Kerugian akibat kebakaran yang melanda Pasar Gedebage pasa Minggu (15/7) dinihari kemarin ditaksir mencapai miliaran rupiah. Tercatat sebanyak 116 unit kios dan 170 lapak pedagang kali lima (PKL) di los sayuran dan keringan hangus dilalap si jago merah.

Diketahui peristiwa kebakaran melanda Pasar Gedebage, Jalan Sukarno-Hatta, Kelurahan Mekar Mulya Kecamatan Panyileukan Kota Bandung, Minggu dinihari pukul 00.40 WIB. Kebakaran ini terjadi diduga akibat hubungan arus pendek di los 4.

"Data sementara sebanyak 116 unit kios dan 170 lapak pedagang kali lima (PKL) menjadi korban kebakaran. Kerugian materiil musibah ini mencapai Rp 4,3 miliar," ujar Direktur Umum, Operasional, dan Komersil PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, Panca Saktiadi, Senin (16/7).

PD. Pasar Bermartabat Kota Bandung memastikan akan memperhatikan para pedagang Pasar Gedebage yang menjadi korban kebakaran. Meski pun, kios dan lapak pedagang yang terbakar bukan milik PD Pasar Bermartabat.

"Kita buka posko pengaduan dan sudah berjalan. Koordinasi dengan para pedagang sudah berjalan," kata dia.

PD Pasar Bermartabat mendirikan posko pengaduan untuk menghimpun data akurat terkait korban kebakaran. Selain itu, posko tersebut menjadi pusat informasi dan koordinasi tim di lapangan. Hingga kini, proses pendataan dan pendaftaran korban masih berlangsung.

Sementara itu, Kepala UPT Diskar PB Bandung Timur, M. Yusuf Hidayat mengungkapkan bahwa api meluluhlantakkan kios di los 3, 4, 5, dan 6 di Pasar Gedebage. Selain itu, 1 unit mobil Mitshubishi Colt 2008 atas nama H. Ade juga hangus tak bersisa.

"Ada juga beberapa motor dan mobil yang belum teridentifikasi (pemiliknya)," ucap Yusuf.

Yusuf pun mengimbau kepada para pedagang agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Ia mengingatkan untuk tidak menyambungkan aliran listrik saat kios ditinggalkan.

"Hati-hati apabila meninggalkan kios-kiosnya. Aliran listrik jangan sampai tersambung, saklar-saklar tidak dimatikan. Jangan meninggalkan bakar sampah sedikitpun karena sekarang musim sangat panas, cuaca kering," katanya.

(ES/DR)
  1. Pasar Tradisional
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA