1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Kenali Kebutuhan Tubuh agar Tak Salah Konsumsi Makanan Tepat

"Prodia Nutrigenomic cukup dilakukan satu kall seumur hidup. untuk dapat mengetahui efek dari nutrisi terhadap gen".

Prodia. ©2019 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Selasa, 26 Maret 2019 11:08

Merdeka.com, Bandung - Apakah Anda yakin bila makanan sehat yang dikonsumsi sudah benar-benar untuk tubuh? Nah, ada baiknya untuk Anda terlebih dahulu mengenali kondisi tubuh agar tak salah memilih makanan yang akan dikonsumsi.

Prodia mengajak warga Bandung untuk lebih mengenali kondisi tubuh. Caranya dengan menggelar seminar kesehatan bertajuk “Get Nutrified? Ask Your DNA” di Grand Tjokro Hotel, Jalan Cihampelas, Sabtu (23/3) lalu.

Marketing Communication Manager Prodia, Reskia Dwi Lestari mengatakan, Seminar Nasional untuk awam ini dapat mendukung masyarakat menjalani gaya hidup sehat dengan baik dan benar sesuai kebutuhan tubuh masing-masing.

Kata dia, saat ini sudah mulai menjadi tren dikalangan masyarakat untuk menjaiankan gaya hidup sehat seperti menjalankan diet mayo, diet keto, melakukan yoga, zumba, pound fit atau lari marathon dan kegiatan fisik lain.

“Namun justru mereka belum tahu apakah pilihan makanan dan kegiatan fisik itu sudah tepat untuk tubuh mereka atau belum. Selain tidak efektif, tentu kita tidak ingin ketidaksesuaian tersebut malah menimbulkan risiko penyakit," jelas Reskia kepada Merdeka Bandung saat ditemui di Jalan Cihampelas, Sabtu (23/3).

Selaras dengan pernyataan Reskia, Product Specialist Prodia Slska Darmayantl M.rarm mengungkapkan pentingnya untuk terlebih dahulu mengetahui kebutuhan tubuh agar dapat memilih dengan tepat makanan ataupun jenis kegiatan fisik yang sesuai dan hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan Pemeriksaan Prodia Nutrigenomics, salah satu rangkaian pemeriksaan Prodia Genomics.

"Prodia Nutrigenomic cukup dilakukan satu kall seumur hidup. untuk dapat mengetahui efek dari nutrisi terhadap gen, serta interaksi antara gen dan nutrisi yang berkantan dengan kesehatan sehingga dapat digunakan sebagal baseline dan guidence untuk melakukan gaya hidup yang sesuai ” jelas Siska.

Sementara itu, salah seorang pembicara, dr. David Budi Wartono, AAM, ABAARM mengatakan bahwa makanan ”sehat” pun bisa menyebabkan sensitivitas dan jenis makanan tertentu akan memiliki risiko yang berbeda untuk setiap orang terhadap penyakit tertentu.

“Makanan cepat saji misalnya, akan mengaktifkan potensi sel kanker, sedangkan makanan yang mengandung gula tinggi punya risiko terjadinya peradangan. Hal ini tentu akan menimbulkan risiko penyakit yang berbeda dengan orang yang sukanya makan buah, sayur, dan minum air putih,” tutup dr. David.

(ES/AA)
  1. Bisnis
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA