1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Jaga Stabilitas Harga, Disdagin Gelar Bazar Pangan Murah

"Dalam satu tahun itu ada tiga siklus yang sangat rentan terjadi kenaikan harga. Pertama awal tahun, kedua, momen keagamaan".

Disdagin Gelar Bazar. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Rabu, 28 November 2018 14:57

Merdeka.com, Bandung - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung menggelar Bazar Pangan Murah selama dua hari, pada 28-29 November 2018 di kantor UPT Balai Industri dan Promosi pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Kawasan Industri Cigondewah. Beragam kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) dijual dengan harga dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan E-Commerce Disdagin Kota Bandung, Iwan Rusmawan mengatakan, bazar pangan murah ini digelar untuk menjaga stabilitas harga pangan di pasar. Menurut dia, momen akhir tahun sangat rentan terjadi gejolak harga.

"Dalam satu tahun itu ada tiga siklus yang sangat rentan terjadi kenaikan harga. Pertama awal tahun, kedua, momen keagamaan seperti puasa dan lebaran serta akhir tahun. Untuk itulah kita gelar bazar pangan murah ini," ujar Iwan kepada wartawan di lokasi, Rabu (28/11).

Dalam kegiatan ini pihaknya bekerja sama dengan sejumlah instansi lain seperti Perum Bulog, Bank Indonesia, dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Berbagai kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, minyak, gula, dan telur siap dijual dengan harga murah.

Dia mencontohkan, beras medium dijual di angka Rp 9.450 per kilogram. Padahal di pasaran harganya sebesar Rp 10 ribu per kilogram. Kemudian telur dijual dengan harga Rp 19 ribu per kilogram. Pasahal di pasaran berada di angka Rp 22 ribu hingga 23 rbu per kilogram. Kemudian beras premium dijual Rp 12.500 per kilogram, gula Rp 12.500 per kilogram, dan minyak kelapa Rp 11.000 per kilogram.

"Yang pasti harga yang di jual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET)," kata Iwan.

Tak hanya kepokmas, bazar murah ini juga akan menjual kebutuhan pokok penting lainnya, seperti susu. Karena Disdagin juga bekerja sama dengan Asosiasi pengusaha Ritel Indonesia untuk menyediakan produk-produk tersebut.

Dia mengungkapkan, tingginya antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam acara itu. Hal ini dilihat dari banyaknya komoditas yang terjual. Acara ini pun terbuka bagi masyarakat umum, bukan hanya untuk masyarakat menengah ke bawah.

"Acara ini terbuka untuk umum jadi bukan buat warga sekitar saja. Silahkan datang acaranya dua hari sampai besok," ucapnya.

Iwan berencana kembali menggelar acara serupa tahun depan. Jika tahun ini hanya digelar satu kali, tahun depan akan digelar enam kali.

"Rencana tahun depan 6 kali selama satu tahun di tiap-tiap eks wilayah untuk acara bazar pengan murah ini," katanya.

 

(ES/DR)
  1. Ekonomi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA