1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Itenas luncurkan mobil listrik crossover pertama di Indonesia

Mobil ini hemat dan ramah lingkungan. Calon mobil masa depan.

©2017 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Rabu, 15 November 2017 11:43

Merdeka.com, Bandung - Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung melucurkan mobil listrik berjenis crossover yang diberi nama Evhero, Rabu (15/11). Ini digadang-gadang sebagai mobil listrik berjenis crossover pertama yang ada di Indonesia.

Head of Research Team Evhero, Tarsisius Kristyadi mengatakan, dipilihnya mobil listrik untuk dikembangkan oleh pihak Itenas karena melihat banyaknya kelebihan yang dimiliki oleh mobil listrik ketimbamg mobil konvensional biasanya.

"Setelah kami teliti rupanya mobil listrik ini rendah emisi, efisiensi tinggi, sampai dengan 48 persen dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak yang hanya 40 persen, compact, aman dan nyaman, serta biaya charging lebih murah," ujar Kristyadi dalam acara peluncuran mobil listrik 'Electric Crossover' di Itenas, Rabu (15/11).

Untuk jenis crossover yang dipilih, lanjutnya, karena merupakan tipe paling sesuai dengan kondisi alamiah di Indonesia yang berbatu, berkelok, bervariasi, dan tidak selalu mulus.

"Ground Clearance untuk di Indonesia juga sangat memadai. Selain itu, akselerasi dibandingkan dengan bahan bakar bensin sangat bagus," tutur dia.

Mobil listrik jenis crossover dari Itenas ini dilaksanakan dengan biaya riset dan pengembangan yang hanya menghabiskan biaya kurang lebih Rp 1 miliar dalam waktu tiga tahun pengerjaan.

Sementara itu, Rektor Itenas Imam Aschuri mengatakan, ini merupakan produk yang dihasilkan from zero to be hero. Mobil ini hadir sebagai wujud untuk menjadi pahlawan lingkungan karena mobil listrik begitu ramah lingkungan.

"Ini wujud nyata dari Itenas. Mobil listrik Itenas terwujud dalam kegiatan ungulan Itenas sebagai salah satu bidang penelitian kendaraan listrik. Bidang ini didasari oleh kendaraan listrik akan menjadi kendaraan masa depan dan juga ramah lingkungan. Dimulai 2015 lalu, Itenas berhasil mendapatkan hibah penelitian selama tiga tahun dari Kemenristekdikti dan Itemas bermitra dengan PT. Betrix Indonesia," jelas Imam.

(MH/AA)
  1. Teknologi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA