1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

HUT ke 117, pegadaian tawarkan gadai tanpa bunga

"Adanya gadai tanpa bunga ini diharapkan menjadi solusi bagi kalangan masyarakat tertentu," ujar Yudi.

Pimpinan Wilayah Bandung PT Pegadaian (Persero) Yudi Sadono. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Selasa, 03 April 2018 11:35

Merdeka.com, Bandung - Pada perayaan hari jadinya yang ke 117, PT Pegadaian (Persero) menawarkan layanan gadai tanpa bunga. Tentunya, ini merupakan tawaran menggiurkan bagi para nasabah.

Pimpinan Wilayah Bandung PT Pegadaian (Persero) Yudi Sadono mengatakan, dalam menyambut hari jadi ke 117 ini pihaknya meluncurkan Pegadaian Digital Service (PDS). Kehadiran PDS ini guna mempermudah layanan dan gadai tanpa bunga.

"Adanya gadai tanpa bunga ini diharapkan menjadi solusi bagi kalangan masyarakat tertentu," ujar Yudi kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam perayaan acara HUT PT Pegadaian (Persero) ke 117 di Kantor Pegadaian, Jalan Pungkur, Senin (2/4).

Gadai tanpa bunga ini diberikan dengan besaran pinjaman maksimal Rp 500 ribu dengan tenor dua bulan dan ditargetkan tahun ini mampu menjangkau satu juta nasabah.

Sementara itu, Deputy Operasional Kantor Wilayah X Bandung PT Pegadaian (Persero), Heriyanto menjabarkan, dalam usia pegadaian yang mencapai 117 ini, Kantor Wilayah X Bandung mengadakan serangkaian acara.

"Kami menyelenggarakan donor darah dengan target 117 kantong darah bisa terisi, ada pula pembagian sembako, serta pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur bisa mencapai usia sekarang," kata dia.

Diketahui dengan mengusung tema 'Kerja Nyata Membangun Bangsa', Pegadaian sebagai BUMN berupaya untuk terus membangun sosial values dalam mendukung program inklusi keuangan.


Pegadaian targetkan 11,5 juta nasabah

Tahun ini, lanjut Yudi bahwa PT Pegadaian (Persero) menargetkan 11,5 juta nasabah. Jumlah tersebut tentunya meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya mencapai 9,5 juta nasabah yang datang dari berbagai daerah.

Menurut Yudi bahwa pegadaian tentunya sudah mempersiapkan begitu banyak strategi guna bisa mencapai target tersebut. Di antaranya adalah dengan meluncurkan Pegadaian Digital Service (PDS) dan agen Pegadaian.

"Kita kini sedang melakukan transformasi, tentunya ke arah digital agar bisa menggarap pasar anak muda yang lebih luas," ujar Yudi.

Dengan adanya agen pegadaian ini, kata yudi akan terus memperluas distribusi dengan membuka 6.000 agen Pegadaian dan melakukan digitalisasi pelayanan secara online dengan layanan berbasis mobile apps.

Tahun ini, perseroan menargetkan omset sebesar Rp 143,9 triliun. Pendapatan usaha ditargetkan Rp 12,5 triliun, meningkat sekitar 19 persen dibandingkan pendapatan tahun lalu Rp 10,5 triliun, sedangkan laba bersih pada 2018 sebesar Rp 2,7 triliun, meningkat 7,14 persen dari capaian tahun lalu sebesar Rp 2,5 triliun.

"Tahun lalu, kontribusi kami mencapai Rp 2,8 triliun yang terdiri dari dua akun. Oh ya, kami juga menjadi penyetor pajak 15 terbesar pada tahun 2017, angkanya mencapai Rp 1,6 triliun ke pajak dan deviden Rp 1,2 triliun ke negara. Jadi totalnya Rp 2,8 triliun," katanya.

(ES/AA)
  1. Bisnis
  2. Info Kota
  3. Pegadaian
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA