1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Era Digital, Ervan Nilai Generasi Sekarang Malas Membaca

"Jaman era digital ini banyak kehilangan hal-hal inti yang dilakukan. Mengerti sesuatu karena instan membaca yang sekilas tapi tidak memahami".

Director GrowUp Idea, Ervan Raditia. ©2019 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Senin, 14 Januari 2019 10:13

Merdeka.com, Bandung - Director GrowUp Idea, Ervan Raditia mengatakan, pada era digital saat ini, ada satu hal inti yang dilewati generasi sekarang dan itu sangatlah penting. Hal inti tersebut adalah membaca. Generasi malas membaca ini begitu berbahaya karena tak memiliki kemampuan memahami suatu hal secara mendalam.

Ia bercerita, sebagai pria yang lahir pada era transisi yakni tahun 1989 silam, ia mengamati banyaknya perubahan yang terjadi saat ini. Disamping perkembangan teknologi yang semakin canggih dengan penerapan go digital, ia juga mengamati perkembangan orang-orangnya.

"Jaman era digital ini banyak kehilangan hal-hal inti yang dilakukan. Mengerti sesuatu karena instan membaca yang sekilas tapi tidak memahami secara dalam. Banyak yang bertumbuh tapi enggak lebih baik, seperti perilaku orang di sosial media," ujar Ervan saat ditemui dalam acara Nge W’Dank Bareng dengan judul ‘How To Be A Leader’ di Moxy Hotel, Jalan Ir. H. Djuanda, Jumat (11/1).

Pertumbuhan media sosial yang kini semakin beragam memang membuat banyak orang hidup dengan dunia digitalisasi yang begitu canggih. Dimana orang yang begitu jauh secara jarak saja bisa terasa dekat karena unggahan foto dirinya lewat media sosial.

"Perilaku orang di sosial media tumbuh go digital, tapi ada hal yang jadi enggak lebih baik. Ada satu fase yang menjadi masalah yaitu kedalaman. Seperti saya melihat fasenya dari jaman saya, kita kelewat satu fase khususnya digenerasi sekarang fase membaca. Dulu kita disuguhkan informasi dengan tontonan di televisi sekarang internet, pola informasinya lebih cepat tapi enggak dalam," jelasnya.

Kebiasaan malas membaca ini, lanjut Ervan, seolah menjadi candu untuk belajar hanya dari permukaannya saja. Hal ini, akan terasa lebih cepat dari sisi lain namun juga banyak orang yang kehilangan hal-hal filosofis.

"Saya melihat ada etika yang hilang di situ, bahkan banyak yang hilang. Padahal ada banyak hal yang harus pelajari lebih dalam dan itu dilewatkan begitu saja," tuturnya.

Ke depan, tentunya ia berharap ada semakin banyak orang yang tak malas membaca dan mampu menilik setiap hal secara mendalam. Dengan begitu, perkembangan jaman akan diikuti oleh orang-orang yang lebih kritis.

(ES/AA)
  1. Era Digital
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA