1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Dukung Program Kangpisan, PT Pindad Berikan Dua Mesin Pencacah Dan 100 Tempat Sampah

"Kita mendukung Kangpisman karena merupakan gerakan untuk memberikan kesadaran setiap masyarakat mampu mengelola sampah mulai dari sumbernya".

Wali Kota Bandung, Oded M Danial. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Kamis, 13 Desember 2018 12:23

Merdeka.com, Bandung - Dukungan menyukseskan program Kangpisman (Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan) terus mengalir. Kali ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperoleh dukungan dari PT Pindad.

Sebagai salah satu bentuk dukungan, PT Pindad memberikan dua unit mesin pencacah plastik dan 100 tempat sampah kepada Pemkot Bandung. Bantuan tersebut diberikan Direktur Keuangan dan Administrasi PT Pindad, Wildan Arief kepada Wali Kota Bandung, Oded M Danial di Kantor PT Pindad, Jalan Gatot Subroto, Rabu (12/12).

"Mesin pencacah ini memiliki manfaat cukup baik. Jika plastik dicacah harganya jauh lebih tinggi. Sehingga lebih memotivasi masyarakat dan mendapatkan nilai ekonomi bahkan mental masyarakat lebih baik," kata Direktur Keuangan dan Administrasi PT Pindad, Wildan Arief.

Diketahui, hasil cacahan plastik dapat digunakan para pengusaha sebagai bahan daur ulang. Pabrik daur ulang plastik sangat membutuhkannya. Umumnya cacahan tersebut biasanya berdimensi sekitar 0,5 cm.

"Kita mendukung Kangpisman karena merupakan gerakan untuk memberikan kesadaran setiap masyarakat mampu mengelola sampah mulai dari sumbernya," tutur Wildan.

Sementara itu, Oded mengapresiasi atas dukungan yang diberikan PT Pindad. Menurutnya, selain mendukung program kebersihan, Pindad pun konsen terhadap pengelolaan Bank Sampah.

"Terima kasih kepada PT Pindad. Ini bukti Pindad menyelenggarakan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL). Sebagai perusahaan BUMN sangat konsen membangun lingkungan. Mudah-mudahan perusahaan lain bisa meniru PT Pindad," kata dia.

Mengenai mesin pencacah plastik, Oded mengaku senang. Sebab, mesin tersebut memiliki manfaat yang luar biasa. Ia pun berharap, mesin tersebut bisa digunakan sebaik mungkin dan menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Kota Bandung ada 151 kelurahan. Ke depannya, minimal satu kelurahan satu mesin. Dengan teknologi tepat guna ini betul -betul mampu mewujudkan kemandirian warga. Karena sampahnya dikumpulkan, kemudian menghasilkan nilai ekonomi. Intinya mampu mendorong warga Bandung semakin mandiri," katanya.

(ES/DR)
  1. Info Kota
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA