1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Dobrak aturan lama, Asep Effendi jadi rektor USB YPKP tiga periode

"Artinya, memang perjuangan ini berhasil karena secara normatif hanya boleh dua periode," ujar Asep.

Asep Effendi. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Kamis, 13 September 2018 15:53

Merdeka.com, Bandung - Asep Effendi, rektor yang menjalani masa jabatan dua periode di Universitas Sangga Buana YPKP berhasil mendobrak aturan lama. Ia, untuk ketiga kalinya menduduki posisi sebagai rektor. Aturan sebelumnya, jabatan rektor hanya boleh diduduki dua periode oleh orang yang sama.

Visi yang ditawarkan Asep membangun USB YPKP rupanya berhasil memikat pihak yayasan untuk kembali mengangkatnya menjadi rektor dan mengubah aturan yang telah ada. Alhasil, Asep akan kembali menduduki jabatannya untuk lima tahun ke depan.

"Saya bersyukur dan berterimakasih kepada Ketua Yayasan yang memberikan kepercayaan lagi pada periode ketiga ini. Artinya, memang perjuangan ini berhasil karena secara normatif hanya boleh dua periode," ujar Asep kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam acara Pelantikan Rektor dan Wakil Rektor USB YPKP, Kamis (13/9).

Ia menjelaskan, tentu bukan hal yang mudah bagi Asep bisa mendobrak aturan ini. Namun, kesuksesannya kala menjabat dua periode mampu memikat pihak Yayasan USB YPKP hingga ia kembali mendapat amanat yang sama.

"Dengan mindset dan visi besar, yayasan memberikan perubahan aturan boleh tiga periode. Kepercayaan yang diberikan ini tentunya saya akan menjadikan USB YPKP lebih maju dari ini. Kita akan melantik para pejabat di Sangga Buana Institut yang bergerak dalam bidang sertifikasi pelatihan Sumber Daya Manusia,” jelasnya.

Selain itu, ia pun akan membangun secara independen inkubator bisnis dikampus yang ada di Jalan PHH Mustopa itu. Inkubator ini, kata dia, bertujuan untuk mengelola pendapatan diluar uang kuliah. Selanjutnya, USB YPKP akan mendirikan juga mendirikan investama yang merupakan pelatihan pasar modal untuk para mahasiswa.

(ES/AA)
  1. Info Kampus
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA