1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Dishub akan Tutup U-Turn Beberapa Ruas Jalan di Kota Bandung

Penutupan dilakukan karena U-Turn seringkali menyebabkan kemacetan panjang.

©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Sabtu, 15 Desember 2018 21:21

Merdeka.com, Bandung - Dinas Perhubungan Kota Bandung melakukan beragam upaya untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di sejumlab ruas jalan. Selain melakukam rekayasa, Dishub juga melakukam penutupan belokan putar balik (u-turn).

Salah satu titik yang dilakukan penutupan yakni di jalan Sentot Alibasya. Akibat penutupan tersebut, kendaraan yang hendak mengarah ke kawasan sekitar lokasi penutupan bisa memutar ke Jalan Majapahit. Untuk bus bisa mengambil Jalan Juanda (Dago) di Cikapayang kemudian turun ke jalan Surapati dan kemudian belok ke Jalan Sentot Alibasya untuk kemudian ke Jalan Diponegoro.

“Penutupan u-turn tersebut untuk mengurangi titik perlambatan arus lalu lintas. Apalagi kalau di akhir pekan biasanya akan terjadi kepadatan,” ujar Kepala Seksi Manajemen Transportasi, Sultoni seperti dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/12).

Dia menjelaskan, titik perlambatan terjadi karena banyaknya arus kendaraan yang memotong terutama dari Jalan Cisangkuy. Selain itu, hambatan juga terjadi di Jalan Sentot Alibasya menuju Jalan Diponegoro. Terjadi perlambatan jika kendaraan belok ke kanan.

Selain ruas jalan tersebut, rekayasa arus lalu lintas juga diberlakukan di ruas Jalan Dr. Rum-Dr. Susilo, ruas Jalan Natuna-Sunda, ruas Jalan Supadio-Lanud Husein Sastranagara, dan ruas Jalan Setiabudi. Koordinasi dalam bentuk rapat bersama pun dilakukan dengan kepolisian, Badan Pengelola Transportasi Jalan (BPTJ), dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.

“Sebelum merekayasa, Dishub bersama dengan kepolisian menyurvei dan mengaji. Tujuannya, demi kepentingan masyarakat agar tidak terjadi penumpukan di lajur tersebut. Bukan hanya untuk kepentingan satu pihak semata,” katanya.

Pernyataan tersebut merujuk kepada reaksi yang muncul dari Badan Geologi yang melayangkan surat terbuka agar kembali membuka u-turn tersebut. Menurutnya, reaksi tersebut wajar karena ketika merekayasa di satu titik akan berdampak ke titik lain.

“Pada dasarnya kami masih mengaji. Seperti apa pemecahan masalah yang paling efektif dan efisien. Tapi intinya kami melakukan hal tersebut demi kepentingan umum. Karena seringkali terjadi kepadatan di kawasan tersebut dan dikeluhkan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, Dishub Kota Bandung akan kembali melakukan rapat bersama unsur terkait untuk membahas sejumlah titik lagi yang potensial untuk diterapkan rekayasa lalu lintas. Salah satunya untuk menutup u-turn di kawasan Jalan Juanda.

“Kami sudah sangat intens rapat pembahasan ini. Karena sebetulnya ada standarnya pada jalan tertentu tentang pemberlakuan u-turn,” katanya.

(MH/DR)
  1. Lalu Lintas
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA