1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Dirut PT DI akui sudah ada yang pesan 50 unit pesawat N219

Tapi pihaknya mengaku tidak berani menjual sebelum dilakukannya rangkaian test uji kelayakan pesawat.

Direksi PT Dirgantara Indonesia. ©2017 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Kamis, 24 Agustus 2017 12:24

Merdeka.com, Bandung - Dirut PT Dirgaantara Indonesia (PT DI) Budi Santoso mengatakan sudah ada sejumlah pihak yang akan memesan pesawat N219 meski pihaknya belum memasarkan produk pesawat buatan dalam negeri tersebut. Namun Budi memastikan tidak akan melayani pemesanan, sebelum pesawat dinyatakan lulus seluruh rangkaian test hingga dinyatakan laik terbang.

"Banyak yang sudah mau beli, tapi balik lagi Saya ingin setelah ini (rangkaian test). Kalau yang Mou atau LOI itu banyak, tapi saya belum berani mengatakan kontrak. Kontrak ini harus Saya yakin bahwa pesawatnya seperti apa yang akan di-deliver nantinya," ujar Budi kepada wartawan di sela acara uji terbang kedua purwarupa pesawat N219 di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara, Rabu (23/8).

Budi mengungkapkan, bahwa ada salah satu pihak yang akan membeli hingga 50 unit pesawat N219. Namun dia enggan menyebut pihak mana yang akan menjadi customer pertama pesawat N219.

"Ada, tapi Saya nggak boleh ngomong karena itu masih negosiasi harga," katanya.

Menurut Budi, sebelum memasarkan produknya, pihaknya masih akan menjalani seluruh rangkaian test hingga dinyatakan laik terbang. Ditargetkan
pesawat sudah lolos seluruh rangkaian tes pada tahun 2018. Sehingga pada tahun 2019 pesawat N219 sudah dapat dipasarkan.

"Ini kan masih perlu tes-tes yang untuk perbaikannya. Tapi yang selalu nelepon Saya ingin jadi customer pertama itu ada beberapa airline dan menurut saya, saya perlukan launching customer yang mau membeli minimal 50 (unit pesawat)," ucapnya.

Budi menyebut, untuk tahap awal yakni selama lima tahun ke depan, pangsa pasar akan diprioritaskan memenuhi kebutuhan dalam negeri.Setelah itu baru akan mulai dipasarkan ke negara lain.

"Pasar terbesar memang di Indonesia ini, kemudian Afrika yang memerlukan pesawat sejenis ini. Beberapa (calon pembeli dari luar negeri) sudah ada yang calling," pungkasnya.

(FF/DR)
  1. Pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA