1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Di hadapan pengurus Kadin, Nurul janji akan mempermudah investasi di Kota Bandung

"Kalau kita ngomongin kota bertaraf dunia itu karena Bandung memilki modal. Pertama dengan modal sejarahnya," kata Nurul.

Pasangan Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat (Ruli). ©2018 Merdeka.com Editor : Endang Saputra | Jum'at, 13 April 2018 10:00

Merdeka.com, Bandung - Pasangan Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat (Ruli) diundang oleh pengurus Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Kota Bandung untuk bersilaturahmi di Graha Kadin Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas, Kamis (12/4). Dalam kesempatan tersebut, pasangan Nurul-Ruli mendapat berkesempatan untuk berdiskusi dengan para pengusaha terkait kondisi ekonomi di Kota Bandung saat ini.

Calon Wali Kota Bandung, Nurul Arifin mengatakan bahwa Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar di sektor ekonomi. Untuk itu dia membawa visi untuk menjadikan Kota Bandung sebagai kota bertaraf dunia.

"Sebetulnya potensi Bandung kan gede ya. Kalau kita ngomongin kota bertaraf dunia itu karena Bandung memilki modal. Pertama dengan modal sejarahnya, bangunan-bangunan sejarah menjadi museum art deco terbesar di dunia," ujar Nurul.

Menurutnya, Bandung saat ini telah bergerak sebagai kota wisata dan kota jasa. Roda perekonomian yang bergerak cepat, salah satunya banyak disumbang dari sektor pariwisata.

"Nah untuk sektor pariwisata tidak hanya berbicara satu hal saja tetapi akan menjangkau banyak aspek. Aspeknya adalah satu harus membangun infrastruktur, supaya wisatawan datang ke Bandung nyaman. Kemudian public service, artinya baik di birokratnya atau swastanya harus responsif. Ketiga SDM. Jadi public service itu terkait dengan SDM, nah ini semuanya bisa dilakukan kalau kita betul-berul fokus," ungkapnya.

Nurul mengatakan, hasil pembangunan di Kota Bandung jangan sampai hanya dirasakan oleh masyarakat kalangan kelas menengah dan kelas atas saja. Tetapi harus tersebar merata ke hingga ke kelas bawah.

"Sehingga sense of belonging (rasa memiliki) terhadap kota itu muncul dari seluruh lapisan masyarakat, tidak semata mata bahwa pembangunan dinikmati oleh kelas menengah dan kelas atas saja tetapi sense of belongingnya itu muncul dari kalangan bawah juga," kata dia.

Dalam acara itu, Nurul juga mendapat berbagai masukan dari pengusaha terkait program ekonomi di Kota Bandung. Nurul menyebut, jika diberi amanah untuk memimpin Kota Bandung, pihaknya berkomitmen untuk mempermudah investasi di Kota Bandung. Menurutnya dengan banyaknya masuknya investor dapat berkontribusi positif, salah satunya membuka lapangan kerja baru.

"Jadi dunia usaha ke Bandung itu bergairah. Kalau misalnya dalam penegakan komitmen (pemerintah) tidak berjalan, orang investasi di Bandung akan susah," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ruli mengungkapkan kondisi ekonomi di Kota Bandung saat ini. Dia menyebut bahwa daya beli masyarakat saat ini rendah, sementara di sisi lain pertumbuhan ekonomi tinggi.

Untuk itu kata Ruli diperlukan sebuah terobosan. Ruli menggagas program 'Balik Bandung'.Program ini disebutnya menjadi rangsangan bagi pelaku UMKM yang akan dipertemukan dengan imvestor yang juga warga Bandung. Dengan cara ini dinilainya dapat berdampak pada pemerataan ekonomi di Kota Bandung, termasuk meningkatkan daya beli.

"Kuncinya kita harus membuat rangsangan. Salah satunya kita punya program Balik Bandung. Intinya di Bandung harus ngelink antara support demand, market," katanya.

 

 

(ES)
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA