1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Cigadung Dicanangkan Sebagai Sentra Industri Batik di Kota Bandung

"Kegiatan ini diinisiasikan untuk mempertahankan dan melestarikan budaya batik Indonesia melalui semangat dan kreativitas masyarakat".

Komar Komarudin Kudiya. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Kamis, 29 November 2018 14:59

Merdeka.com, Bandung - Kelurahan Cigadung dicanangkan menjadi sentra industri batik di Kota Bandung. Melalui kolaborasi antara Galeri Batik Komar, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (KUKM) dan Pemprov Jabar, warga dari 13 RW yang berada di Kelurahan Cigadung telah dilatih untuk mengembangkan potensi industri batik.

Pendiri Batik Komar Komarudin Kudiya mengatakan, melalui acara Semarak Kampung Batik Cigadung, pihaknya melakukan pelatihan kepada masyarakat sekitar. Pelatihan ini merupakan yang pertama yang dilakukan untuk menciptakan sentra industri batik Cigadung.

"Kegiatan ini diinisiasikan untuk mempertahankan dan melestarikan budaya batik Indonesia melalui semangat dan kreativitas masyarakat Kota Bandung, khususnya wilayah kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, yang sudah dikenal industri kreatifnya," ujar Komarudin kepada wartawan di Galeri Batik Komar Jalan Cigadung Raya Bandung, Kamis (29/11).

Menurut dia, acara Semarak Kampung Batik Cigadung ini merupakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama 12 hari dari tanggal 17 sampai 28 November 2018 berisi pelatihan serta pengembangan potensi industri batik, diikuti oleh 50 orang mewakili 13 RW dari Kelurahan Cigadung. Kegiatan ini didukung penuh oleh Pemeritah Provinsi Jawa Barat melalui bantuan dana serta bekerja sama dengan Batik Komar.

"Ini merupakan program bantuan Provinsi Jabar. Ini sudah dulu diinisiasi dari zamannya Pak Dada. Kemudian ketika Pak Ridwan Kamil kami undang kesini, beliau sangat mendukung Cigadung disamping menjadi destinasi wisata bandung dijadikan Kampung Batik Cigadung. Rupanya kegiatan dan rencana ditangkap oleh Dinas KUKM dibikin proposal diajukan ke provinsi dan disetujui," kata dia.

Dalam kegiatan ini kata Komaridin, para peserta difasilitasi pewarna pakaian yang berasal dari alam, sehingga ramah lingkungan dan mudah ditemukan. Beragam tanaman yang dimanfaatkan seperti daun Sirsak, secang, Jelawe, dan lain-lain. Adapun motif yang diangkat oleh para peserta adalah motif beragam bunga seperti bunga mawar, melati, matahari, lili, alamanda, chrysan, lotus, kembang sepatu, amarilis, dan bunga anggrek.

"Nah rangkaian kegiatan ini ditutup dengan puncak acara Semarak Kampung Batik Cigadung diisi dengan pagelaran batik karya peserta pelatihan, bazar kuliner dari warga Kelurahan Cigadung, serta penampilan dan hiburan dari' warga sekitar. Dalam acara ini diserahkan pula bantuan peralatan dan perlengkapan untuk membatik bagi 10 RW di Kelurahan Cigadung," kata dia.

Komarudin berharap lewat kegiatan ini dapat menguatkan ekonomi warga sekitar melalui industri kreatif batik. Namun demikian, dia pun berharap Pemkot Bandung dapat membantu dari segi pemasaran produk warga.

"Jadi harus ada pemasaran jangan sampai buat produknya tapi permintaanya engga ada, harus holistik berkesinambungan. Akhirnya disepakati sampai akhirnya produk ini diserap oleh staf Pemkot Bandung. Saya sampaikan kepada Pak Yana (Wakil Wali Kota Bandung) saat di show room kami di Jalan Sumbawa yang mengatakan akan menciptakan permintaan dari dinas-dinas," katanya.

(ES/DR)
  1. Industri Batik
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA