1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Cerita santri di Ponpes Al Kasyaf yang terpaksa tidur di teras

"Sedih, tapi kita sabar. Ini ujian dari Allah," ucap bocah asal Banjaran tersebut.

Gilang santri Ponpes Al Kasyaf . ©2016 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Kamis, 10 Agustus 2017 02:57

Merdeka.com, Bandung - Gilang (13) merupakan salah satu santri di Pondok Pesantren Al Kasyaf yang berada di Komplek Vijaya Kusumah, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Bersama puluhan santri lain, dia terpaksa harus tidur di teras karena pondokan yang menjadi tempat mereka menginap telah habis masa sewanya.

Dengan menggunakan spanduk dan selimut, para santriwan mendirikan tenda dadakan di teras pondokan. Mereka membawa serta kasur kesana . Kondisi ini membuat mereka harus berdesak-desaknan tidur di teras.

"Iya, kata Pak Ustaz kontrakan di belakang sudah habis. Jadi semua dibawa ke sini (teras). Kalau malam dingin," ujar Gilang saat berbincang dengan Merdeka Bandung, Rabu (9/8).

Apa yang disampaikan Gilang memang benar adanya. Saat merdeka.com mendatangi pesantren tersebut, lokasi teras memang langsung menghadap ke jalan raya. Teras dan jalan hanya hanya dibatasi pagar. Sehingga jika malam hari tiba, para santri harus siap-siap bergelut dengan angin malam.

"Sedih, tapi kita sabar. Ini ujian dari Allah," ucap bocah asal Banjaran tersebut.

Gilang sendiri sudah satu tahun berada di pesantren Al Kasyaf. Dia berada di pesantren untuk menimba ilmu. Pondok Pesantren Al Kasyaf‎ memiliki sistem pembelajaran yang berbeda. Di pesantren ini, para santrinya didorong untuk menghasilkan karya tulis berupa buku. Selama hampir 4 tahun berdiri sejak tahun 2013, sudah 320 judul buku yang diproduksi puluhan santrinya.

Gilang sendiri sudah menghasilkan 5 buku. Buku yang ditulis seputar cerita ringan seputar pengalaman hidup. "Alhamdulillah sudah bisa nulis 5 buku," katanya.

Tak banyak harapan yang diinginkan Gilang. Dia ingin segera tinggal di kontrakan yang layak. "Harapannya cepet ada lagi rumah. Supaya kita bisa tidur layak lagi dan beraktifitas seperti bkmiasa lagi, punya asrama lagi," katanya.

Harapan senada juga disampaikan santri lainnya, Kholid (12). Dia ingin segera kembali menetap di rumah kontrakan yang layak.

"Ya semoga kita bisa kembali ke kontrakan lagi. Karena kalau malam dingin tidur di teras," ucapnya.

(FF/DR)
  1. Sosial
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA