1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

BMKG: Waspada Potensi Hujan Deras dan Angin Kencang di Bandung

Tak hanya di wilayah Kota Bandung, sejumlah wilayah lain di Jawa Barat seperti sebagian wilayah Bogor, Karawang, Purwakarta dan Subang.

©2019 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Rabu, 02 Januari 2019 14:10

Merdeka.com, Bandung - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi terjadinya hujan deras yang disertai petir dan angin kencang di wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Bandung. Cuaca tersebut diprediksi terjadi antara pagi hingga menjelang malam hari.

Staf data dan informasi BMKG Bandung, Yuni Yulianti mengatakan, potensi cuaca tersebut terjadi karena kecepatan angin yang lebih kencang. Hal ini terjadi karena pusaran angin kencang diikuti oleh hujan, serta petir di Laut Cina Selatan sebelah Utara Kepulauan Natuna.

"Kecepatan angin yang lebih kencang karena ada pengaruh TS Pabuk (pusaran angin kencang yang diikuti oleh hujan, serta petir) di Laut Cina Selatan sebelah Utara Kepulauan Natuna, serta ada belokan angin di Jawa Barat yang berdampak pada kondisi angin dalam beberapa hari relatif kencang," ujar Yuni lewat pesan singkat, Rabu (2/1).

AdapunĀ  untuk kecepatan anginĀ  berkisar 27-40 km/jam. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. Menurutnya, tak hanya di wilayah Kota Bandung, sejumlah wilayah lain di Jawa Barat seperti sebagian wilayah Bogor, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Cirebon, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Garut, Bekasi,Pangandaran, Ciamis juga berpotensi terjadi cuaca serupa.

"Bagi masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi hujan, dan potensi angin kencang," katanya.

Menurut Yuni, kecepatan angin yang cukup kencang berpengaruh juga terhadap ketinggian gelombang. Terutama gelombang tinggi di perairan utara dan selatan Jawa Barat. Untuk perairan Selatan tinggi gelombang 1,5 hingga 3,5 meter. Sementara di perairan Utara 0,5 hingga 2 meter.

"Kita perkirakan kondisi ini setidaknya sampai dengan 7 Januari 2019," katanya.

(MH/DR)
  1. Prakiran Cuaca
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA