1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

ASN Pemkot Bandung akan diwajibkan menggunakan transaksi non tunai

"Iya, PNS wajib transaksi non tunai, makanya di koperasi tadi ASN biasa beli sembako biar murah di koperasinya sendiri".

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Senin, 13 Agustus 2018 12:01

Merdeka.com, Bandung - Pemerintah Kota Bandung secara resmi meluncurkan Bandung Smart Card (BSC) di Balai Kota Bandung, Senin (13/8). Pemkot Bandung menggandeng 8 Bank yakni BJB, Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, BCA, Bank Woori Saudara, dan Bank Mega untuk memasyaratkan kegiatan transaksi non tunai.

Acara peluncuran dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial dan sejumlah perwakilan Bank.

"Setelah lama sinkronisasi hanya satu atau dua bank, sekarang sudah 8 Bank yang semuanya siap dan akan memasyarakatkan kegiatan transaksi non tunai atau cahsless di 8 perbankan," ujar Ridwan Kami kepada wartawan.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, dengan hadirnya BSC, diharapkan dapat mengubah budaya transaksi dari tunai menjadi non tunai. Apalagi transaksi melalui smart card memiliki kelebihan selain lebih mudah, juga lebih aman.

Menurut Emil, pihaknya pun mendorong para ASN di Pemkot Bandung untuk melakukan transaksi non tunai. Bahkan kata Emil untuk kegiatan transaksi yang dilakukan di lingkungan ASN sifatnya wajib menggunakan transaksi non tunai.

"Iya (PNS wajib transaksi non tunai), makanya di koperasi tadi ASN biasa beli sembako biar murah di koperasinya sendiri. Kita akan wajibkan dengan smart card, ASN akunnya tidak hanya di satu Bank macam-macam nanti kita wajibkan enggak boleh pakai tunai lagi," kata dia.

Emil mengungkapkan, dengan hadirnya BSC ini dapat digunakan untuk beragam transaksi pelayanan publik di Kota Bandung seperti mesin parkir, bike sharing, dan Trans Metro Bandung. Untuk itu, Emil mengimbau kepada masyarakat untuk mulai menerapkan transasksi non tunai.

"Kalau Anda gunakan sepeda yang ada di pusat kota itu menggunakan smart card. Jadi kita cicil dari layanan yang kita kontrol salah satunya di boseh. Pokoknya intinya tidak ada batas terhadap penggunaannya apapun sifatnya yang transaksi jangan pakai cash lagi. Didompet isinya kartu aja kan sekarang. Saya amati orang itu naro kartunya di belakang cashing hape itu menandakan sudah jadi tradisi baru," ungkapnya.

Emil yang juga terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat mengaku akan membawa program tersebut ke Jawa Barat.

"Kalau semua sudah non tunai sebagai Gubernur terpilih juga saya akan mengimbau kepada hampir 50 juta warga Jabar untuk mulai mempertinggi keamanan transaksional melalui kartu atau smart card atau apapun teknologi yang akan kita lakukan," kata dia.

Kepala Bidang Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Srie Dhiandini mengatakan, BSC memiliki fungsi yang sama seperti kartu uang elektronik. Kelebihannya, kartu ini telah terintegrasi dengan kedelapan Bank sehingga dapat digunakan di merchant-merchant yang bekerja sama dengan delapan bank tersebut. Menurut Srie, kartu tersebut dapat digunakan oleh siapa saja, baik warga Bandung maupun pendatang.

Untuk mendapatkan kartu ini, pengguna dapat mengunjungi Bank terdekat atau melalui minimarket dengan membeli seharga Rp 20.000– Rp 25.000. Pengguna tidak perlu membuat akun bank terlebih dahulu. Untuk mengisi kartu dengan nominal uang, warga dapat melakukan top-up melalui ATM. Besaran top-up mulai Rp 25.000 sampai Rp 1 juta. Dalam satu kartu, maksimal nominal adalah Rp 2 juta.

(ES/DR)
  1. Pemerintahan
  2. Ridwan Kamil
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA