1. BANDUNG
  2. GAYA HIDUP

Tingkatkan keamanan saiber Tel-U kerjasama dengan University of Oxford

Perubahan teknologi informasi yang sangat cepat, sepuluh tahun lagi diprediksi akan ada 50 miliar peralatan yang terhubung internet.

Telkom University. ©2016 Merdeka.com Reporter : Iman Herdiana | Selasa, 29 Maret 2016 14:15

Merdeka.com, Bandung - Telkom University (Tel-U) Bandung menjalin kerja sama dengan University of Oxford terkait peningkatan keamanan internet (cyber security). Kerjasama ini membuahkan Seminar dan Workshop Cybersecurity Capacity dan Forum Group Discussion (FGD) yang akan melahirkan Buku Putih (White Paper) tentang Keamanan Saiber di Indonesia.

Rektor Telkom University Mochamad Ashari mengatakan, kerjasama tersebut terjalin antara Tel-U, Kementerian Kominfo RI dan University of Oxford. Lingkupnya meliputi riset tentang saiber.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kerjasama ini. Ini merupakan kebanggaan bagi Tel-U dapat menjalin kerja sama dalam hal riset tentang saiber ini,” kata Mochamad Ashari, melalui rilis yang diterima Merdeka Bandung, Selasa (29/3).

Ia mengatakan, dengan perubahan teknologi informasi yang sangat cepat, sepuluh tahun lagi diprediksi akan ada 50 miliar peralatan yang terhubung melalui internet.

“Karena itu cyber security menjadi sesuatu yang sangat penting, dalam hal ini keamanan dan regulasi pemerintah menjadi kata kunci,” ujarnya.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementrian Kominfo, Bambang Heru Tjahjono, menegaskan kerjasama ini merupakan bagian dari langkah pemerintah menjalankan roadmap tentang saiber di Indonesia.

Menurutnya, saat masyarakat kita sudah mulai terbiasa dengan transaksi online, maka data pribadi seperti nama dan alamat sudah terbuka di dunia maya.

Hal itu membuat risiko yang ditanggung masyarakatakan semakin besar. “Di sini pemerintah harus siap menjamin keamanan warganya, termasuk keamanan di dunia maya,” katanya.

Pakar Bidang Informasi dan Oxford Internet Institute, University of Oxford, Ian Brown mengimbau pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan dengan matang sejumlah faktor berkaitan dengan penerapan keamanan saiber (cyber security).
 
“Ada beberapa hal seperti mempersiapkan manajemen krisis dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan persiapan respon insiden saiber nasional ini dikelola dengan baik,” ujar penulis buku Regulating Code.

(FF/IH)
  1. Layanan Pendidikan
  2. Pelayanan Pemerintah
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA