1. BANDUNG
  2. GAYA HIDUP

Sedentari atau malas gerak, gaya hidup berbahaya yang harus dilawan

"Pola hidup Sedentari ini banyak dilakukan, sehingga menjadi penghalang bagi kita dalam melakukan yang terbaik," kata Rohini.

Sedentari atau males gerak. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Minggu, 15 April 2018 11:10

Merdeka.com, Bandung - Tahukah Anda bila gaya hidup sedentari pada era milenial ini sudah menjadi isu penting di Indonesia dan dunia. Soalnya, gaya hidup ini berbilang berbahaya dan wajib untuk dilawan.

Pola hidup sedentari adalah kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan seseorang yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik atau tidak banyak gerak. Pola hidup ini lebih dikenal dengan istilah mager atau malas gerak.

Technical Marketing Advisor, Fonterra Brands Indonesia, Rohini Behl mengatakan, seiring dengan gaya hidup modern yang dijalani oleh masyarakat Indonesia, tidak bisa dipungkiri bahwa gaya hidup sedentari merupakan suatu hal yang juga banyak dilakukan.

"Pola hidup Sedentari ini banyak dilakukan, sehingga menjadi penghalang bagi kita dalam melakukan yang terbaik dan memiliki kehidupan yang lebih baik," ujar Rohini kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam acara kampanye 'Ayo Indonesia Bergerak', Minggu (15/4).

Lewat Anlene, merek unggulan dari Fonterra Brands Indonesia berupaya mengajak masyarakat Indonesia untuk bergerak lebih aktif dalam rangka melawan gaya hidup sedentari seiring dengan kegiatan kampanye 'Ayo Indonesia Bergerak' di Balai Kota Bandung.

Melalui kampanye ini, Anlene bermaksud mendorong masyarakat Indonesia untuk bergerak lebih aktif agar mereka dapat mencapai potensi maksimal dalam hidup dan tentunya menjadi lebih sehat.

"Dengan fakta satu dari empat penduduk Indonesia menjalani gaya hidup sedentari, sekarang adalah saat yang tepat untuk mengajak semua masyarakat Indonesia melawan fenomena ini. Kampanye 'Ayo Indonesia Bergerak' merupakan inisiatif Anlene untuk melawan sedentari dan mendukung program pemerintah yaitu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat," papar dia.

Gaya hidup sedentari ini terbukti telah meningkatkan jumlah penderita penyakit tidak menular dan mencegah masyarakat Indonesia memiliki kehidupan yang lebih baik. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dari Kementrian Kesehatan menunjukkan bahwa 24,1 persen penduduk Indonesia menjalani perilaku sedentari lebih dari enam jam perhari.

Dengan seperempat masyarakat Indonesia menjalani gaya hidup sedentari, risiko twrjadinya penyakit tidak menularpun meningkat. Saat ini penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan dunia termasuk di antaranya adalah penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung, dan dianetes melitus.

"Dengan bergerak aktif serta menjaga kesehatan, kekuatan dan flekaibilotas tulang, sendiri, dan otor, kita telah melakukan lanhkah penting untuk melawan gaya hidup sedentari," tuturnya.

Kampanye 'Ayo Indonesia Bergerak' melibatkan selebriti Prisa Nasution dan penggiat olahraga Muhammad Fadli. Kegiatan dalam kampanye ini meliputi aktivitas fisik estafet dari Yogyakarta ke Jakarta untuk menginspirasi masyarakat Indonesia bergerak lebih aktif secara fisik untuk melawan gaya hidup sedentari.

Sebanyak 250 pelari dan pesepeda dilepas untuk melakukan pwrjalanan sejauh 600 kilomeer ke Jakarta melewati sejumlah kota seperti Kebumen, Purwokerto, Ciamis, Bandung, serta bogor pada peluncuran di Yogyakarta pada 8 April 2018 lalu.

(MT/AA)
  1. Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA