1. BANDUNG
  2. GAYA HIDUP

Peningkatan SDM rumah sakit untuk keselamatan ibu hamil

"Penyebabnya macam-macam. Ada yang pendarahan pasca melahirkan, death on arrival dan emboli air ketuban," ujar Taat.

Ilustrasi ibu hamil. ©2017 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Kamis, 31 Agustus 2017 20:04

Merdeka.com, Bandung - Direktur Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung Taat Tagore mengimbau ibu hamil agar selalu menjaga kecukupan gizi. Hal itu ditujukan untuk mencegah terjadinya gangguan saat melahirkan.

Taat menyebut, sejak Januari hingga Juli 2017, tercatat dari 2.222 persalinan di RSKIA telah ada 6 ibu meninggal saat melahirkan di RSKIA. Taat menjelaskan, bahwa penyebab kematian ibu tersebut sebagian besar berupa pendarahan pasca melahirkan, meninggal saat atau sebelum tiba di rumah sakit (death on arrival) dan emboli air ketuban.

"Penyebabnya macam-macam. Ada yang pendarahan pasca melahirkan, death on arrival dan emboli air ketuban," ujar Taat kepasa wartawan di Balai Kota Bandung, Kamis, (31/8)

Taat mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Salah satunya yakni dengan peningkatan kapasitas SDM rumah sakit. Taat memastikan, pihaknya terus meningkatkan kemampuan dokter dan perawat melalui berbagai pelatihan dan pendidikan.

"Sarana dan prasarana juga kita siapkan, termasuk obat-obatan yang harus disediakan. Walaupun harganya mahal tapi kalau untuk keselamatan nyawa manusia ya kita siapkan," katanya.

Selagi mempersiapkan pembangunan rumah sakit yang baru, rumah sakit yang saat ini memiliki 64 tempat tidur itu terus memberikan pelayanan. Pasien yang datang ke RSKIA Kota Bandung ternyata tidak hanya berasal dari dalam kota, tetapi juga luar Kota Bandung.

Dia menyebut ada 17 persen warga yang dari luar Kota Bandung. Sementara selebihnya berasal dari dalam kota.

(FF/DR)
  1. Info Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA