1. BANDUNG
  2. GAYA HIDUP

Mengenal manfaat dan kekurangan CT Scan

Hasil CT Scan lebih baik dari ultrasound atau magnetic resonance imaging (USG/MRI).

Alat CT Scan. ©2016 Merdeka.com Reporter : Iman Herdiana | Selasa, 06 September 2016 14:19

Merdeka.com, Bandung - Computerized Tomography (CT Scan) menjadi salah satu produk teknologi kedokteran yang diandalkan di dunia medis dewasa ini. Dengan alat canggih ini, organ bagian dalam tubuh yang sakit bisa difoto dan didiagnosa. Lalu apa kelebihan dan kekurangan CT Scan?
 
Ahli radiologi Santosa Hospital Bandung, dr. Denny Tanumihardja menjelaskan CT Scan dipakai untuk pemeriksaan seluruh tubuh manusia, mulai dari otak atau kepala, paru-paru, jantung tulang, otot dan lainnya.
 
Misalnya dalam pemeriksaan jantung, CT Scan bisa dipakai untuk meneliti pebuluh darah koroner, bagaimana lebarnya, apakah ada penyempitan pembuluh atau tidak, bagaimana perubahannya dan seterusnya.
 
“CT Scan dipakai untuk pencitraan anatomi tubuh berupa irisan-irisan. Kalau foto biasa kan citranya numpuk jadi satu bidang depan dan belakang, dengan CT Scan kita bisa lihat perlapis berupa irisan-irisan tipis,” jelas dr Denny Tanumihardja SpRad, saat berbincang dengan Merdeka Bandung baru-baru ini.
 
Citra bagian tubuh hasil CT Scan memiliki resolusi yang jauh lebih bagus dari foto atau alat pengambil citra lainnya. “Misalnya dada dan jantung kita bisa lihat dari kulit, otot, tulang, paru,” ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha dan Universitas Padjdjaran ini.
 
Ia menuturkan, sejak berdiri pada 2006, Santosa Hospital Bandung sudah memiliki unit alat pemindai tubuh tersebut. Dalam sehari, CT Scan di rumah sakit ini bisa memeriksa sampai 10 pasien. Meski bukan keluaran terbaru, namun ia mengklaim kecanggihan dan akurasi CT Scan di Santosa Hospital Bandung tinggi. “Di luar negeri kan ada yang sampai 640 slice. Di kita 64 slice itu sudah top,” katanya.  
 
CT Scan memiliki tingkat akurasi yang baik dalam mencitrakan organ yang sakit. Contohnya untuk jantung, hasil CT Scan mendekati hasil kateteriasi. Memang lebih akurat kateterisasi, namun efek samping CT Scan jauh lebih kecil.
 
“Memang akurat dikateterisasi, tapi bahayanya juga lebih tinggi. Untuk CT Scan ini jauh lebih aman,” ujarnya.
 
CT Scan bisa dipakai untuk mendiagnosa berbagai macam penyakit. Misalnya memeriksa kepala untuk mengetahui stroke, cedera, tumor otak, di paru untuk melihat tumor paru, infeksi/TBC, kelainan paru akibat polusi, pada perut dipakai untuk melihat tumor, cedera perut, pendarahan, sumbatan usus, usus buntu.
 
Menurutnya hasil CT Scan lebih baik dari ultrasound atau magnetic resonance imaging (USG/MRI). Sebelum penggunaan CT Scan, pasien akan diberikan penjelasan seputar manfaat CT Scan, seperti cara kerja dan efek sampingnya. Salah satu yang dikhawatirkan dari CT Scan adalah radiasi.
 
Namun menurut Denny, bahaya radiasi tersebut bisa diabaikan. “Dibandingkan bahayanya, manfaat CT Scan lebh besar. Kalau pasien tidak CT Scan justru bahaya. Kita sudah memperhitungkan antara manfaat dan bahayanya,” katanya.
 
 
 

(FF/IH)
  1. Info Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA