1. BANDUNG
  2. GAYA HIDUP

Keren! Jam bambu bikinan Indonesia Bamboo Community tembus hingga ke Brazil

"Kita ingin membuat bambu naik kelas," kata Adang.

Jam tangan bambu buatan Indonesia Bamboo Community. ©2016 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Senin, 04 Desember 2017 10:04

Merdeka.com, Bandung - Beragam kerajinan dari bambu seolah tak pernah habis untuk dikupas. Berkat usaha dan kreativitas dari para perajin, bambu dikreasikan menjadi berbagai macam karya. Tak hanya alat musik, karya cipta berbahan dasar bambu kini mulai merambah dunia lifestyle. Hal ini semata dilakukan untuk membuat bambu naik kelas.

Baru-baru ini Indonesian Bamboo Community (IBC) membuat inovasi baru, yakni membuat jam tangan berbahan dasar bambu. Jam tangan ini menjadi unik karena berbeda dengan jam tangan pada umumnya yang dibuat dengan material stainless steel ataupun titanium.

Ketua IBC Adang Muhidin mengatakan, setelah sukses dengan produk alat musik dari bambu seperti gitar, biola dan drum, pihaknya kembali berinovasi dengan merambah produk-produk lain yakni salah satunya jam tangan.

"Kita memang terus berinovasi lewat bambu ini. Setelah sebelumnya kita membuat beragam alat musik dari bambu, untuk saat ini kita mulai merambah lifestyle. Kita sudah membuat kaos dari serat bambu, kemudian kacamata," kata Adang kepada Merdeka.com saat ditemui di bengkel IBC, Jalan Melong Asih, Cimahi, Jawa Barat, Senin (4/12).

Dia melanjutkan, "Namun sekarang yang difokuskan jam tangan dari bambu. Karena jam tangan ini kan umum ya, banyak pemakainya."

Jam tangan dari bambu dengan merek Awi'S Virageawie ini memiliki dua tipe yakni body berukuran 3,5 cm dan 3,1 cm. Ukuran 3,5 cm sengaja dibuat lebih besar karena dibuat khusus untuk laki-laki. Sementara ukuran 3,1 cm dikhususkan untuk perempuan, sehingga ukurannya sengaja dibuat lebih kecil. Adapun untuk bagian strap terbuat dari kulit.

Jam tangan bambu ini telah melewati proses cukup panjang sebelum menjadi sebuah produk. Mulai dari pola pembahanan, treatment bambu hingga proses pembuatannya sendiri sangat diperhatikan. Sehingga membutuhkan keuletan dan ketelitian tinggi.

Bambu yang digunakan, lanjut Adang, adalah bambu gombong. Bambu awalnya melewati proses laminasi sehingga dapat dibentuk menyerupai papan kayu. Proses perendaman bambu dengan metode khusus juga dilakukan agar bambu nantinya dapat awet dan tahan lama hingga kemudian lanjut ke proses penjemuran. Proses itu juga dilakukan untuk menghilangkan kadar air yang terdapat dalam bambu.

Setelah dibentuk menjadi papan kayu, dari situ kemudian mulai masuk ke dalam tahap awal yakni pembentukan body. "Untuk pengerjaanya kita menggunakan bubut manual. Dari situlah permasalahan rentan di pengerjaan, karena sangat detail," kata Adang.

Tingkat kesulitan bertambah setelah menjadi body. Karena ada beberapa lapisan lagi di bagian dalamnya yakni untuk bagian dudukan mesin jam. Hingga akhirnya ditutup dengan lapisan belakang.

"Untuk itu dalam pengerjaan jam bambu ini membutuhkan kesabaran dan tingkat ketelitian tinggi. Karena jika salah sedikit saja, bambu bisa patah dan kita harus mengulang proses dari awal lagi," ungkap lulusan S2 di sebuah universitas Jerman ini.

Setelah itu tahapan dilanjutkan dengan pemasangan strap dan bagian-bagian lain. "Meski terbuat dari bambu, jam tangan ini tahan air. Namun untuk dibawa nyelam kita masih dalam tahap ujicoba. Jadi kalau kehujanan masih aman," ucap Adang.

Adang mengungkapkan, dalam satu hari pihaknya mampu memproduksi 2 sampai 10 unit jam bambu ini. Untuk satu unit jam bambu ini dibanderol dengan harga Rp 390 ribu.

Sejak diluncurkan pada 1 November lalu beragam pesanan mulai datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Untuk pulau Jawa pesanan mulai datang dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Solo. Adapun untuk pulau Sumatera pesanan datang dari Bangka hingga Bengkulu.

Tak hanya dari Indonesia, banjir pesanan juga datang dari luar negeri. Sejumlah pembeli dari Malaysia, Filipina, India, Jepang, Inggris hingga Brazil turut memesan jam bambu karya IBC.

"Kemarin terakhir itu ada pembeli dari Jepang dan Brazil. Mereka tahu dari media sosial. Jadi keberadaan medsos ini sangat membantu untuk pemasaran sehingga pembeli kita bisa tembus sampai luar negeri," ungkapnya.

Ke depan Adang pun sudah mulai menyiapkan ragam inovasi lain terkait jam bambu ini. Beragam bentuk dan ukuran sudah mulai dipersiapkan. Rencananya produk baru akan segera diluncurkan pada 2018 mendatang.

"Tentunya ini baru pengenalan kita kepada masyarakat. Tahun depan kita sudah menyiapkan ragam inovasi jam bambu ini. Kita ingin membuat bambu naik kelas," katanya menegaskan.

(MT/DR)
  1. Inspiratif
  2. Gaya Hidup
  3. Industri Kreatif
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA