1. BANDUNG
  2. GAYA HIDUP

Bekraf Festival tempat unjuk gigi hasil kerja Bekraf selama 2,5 tahun

"Saya berharap dengan penyelenggaraan Bekraf Festival ini masyarakat bisa mendapatkan gambaran secara utuh hasil kerja selama ini," ujar Triawan.

Festival Bekraf di Kota Bandung. ©2016 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Rabu, 06 Desember 2017 12:17

Merdeka.com, Bandung - Untuk pertama kalinya, Bekraf Festival diselenggarakan. Hajatan yang digelar oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) ini merupakan ajang unjuk gigi atas pencapaian yang telah dilakukan oleh Bekraf selama dua setengah tahun berdiri.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, mengatakan sebagai lembaga uang baru efektif dalam kurun waktu dua setengah tahun ini. Bekraf merasa perlu untuk memperkenalkan capaian kinerjanya kepada masyarakat.

"Saya berharap dengan penyelenggaraan Bekraf Festival ini masyarakat bisa mendapatkan gambaran secara utuh hasil kerja selama ini," ujar Triawan saat jumpa wartawan Bekraf Festival di Dago Heritage 1917 Golf Course di Jalan Raya Golf Dago, Cigadung, Selasa (5/12).

Festival yang berpusat di dua lokasi yakni Bandung Creative Hub dan Gudang Penyimpanan PT KAI Cikudapateuh itu akan diselenggarakan selama empat hari, mulai Kamis (7/12) hingga Minggu (10/12) mendatang.

Dengan hadirnya gelaran ini, kata dia, diharapkan mampu mendekatkan Bekraf kepada masyarakat dalam fungsinya sebagai fasilitator dan katalisator pembangunan ekonomi kreatif di Indonesia.

"Masyarakat diharapkan dapat memahami bagaimana program-program unggulan dan enam kedeputian Bekraf yang banyak dan beragam. Ini merupakan jalinan yang saling kait mengait satu sama lain dalam prosesnya membentuk ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia," katanya.

Pembentukan ekosistem merupakan pendekatan yang dilakukan oleh Bekraf dalam mengemban amanah Presiden Joko Widodo untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia di masa depan.

Serta, lanjutnya, mewujudkan visinya membangun Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam ekonomi kreatif pada 2030 mendatang.

Ini rangkaian program Bekraf Festival

Ada serangkaian program menarik yang diselenggarakan dalam hajatan tersebut. Penasaran? Berikut adalah rangkaian program Bekraf Festival yang diselenggarakan untuk pertama kalinya.

Terdapat 39 program unggulan pada enam booth deputi yang ada di arena utama festival, yakni Gudang Terbuka Cikudapateuh.

Program unggulan Bekraf tersebut akan disajikan secara informatif baik berupa deskriptif dan audiovisual serta dikemas menarik dalam bentuk video mapping yang menggambarkan kilasan-kilasan program, interactive floor, serta sajian multi media yang lain.

Pada booth pameran, pengunjung juga dapat berinteraksi langsung pada program unggulan Bekraf seperti sosialisasi mekanisme seleksi proposal satu pintu, konsultasi dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual dan lain-lain.

Selain pameran, festival juga diisi oleh sharing session, workshop, fashion show, seni pertunjukan, hiburan musik, dan pemutaran film. Sharing session akan bermaterikan 15 topik bagaimana upaya Bekraf dalam membangun ekosistem pada berbagai sub sektor yang dikembangkan.

Penampilan beberapa grup musik dan seni pertunjukan juga akan meramaikan arena Bekraf Festival. Antara lain, Deadsquad, Java Jive, Homogenic, Mocca, Nissan and The James, Rosemary, Ikku Baru, dan Jeruji.

Pada seni pertunjukan, akan ditampilkan Ega Robot Percussion, Sasikirana Dance, Disco Ethnic Contemporer, dan Animal Pop Dance di bawah arahan koreografer Jeckp Siompo.

Kegiatan workshop di arena Bekraf Festival, akan diwakili oleh program wROCKshop sebagai bentuk kerjasama antara Bekraf dengan Indonesia Music Forum. Workshop akan bermaterikan Sistem Managemen Bisnis Musik Indonesia dan Produksi Musik Indonesia di Era Digital.

Pemutaran film dokumenter dengan tema keunikan budaya Indonesia akan menampilkan karya karya dari program forum Docs by the Sea sebagai bentuk kerja sama antara Bekraf dengan In–Docs, sebuah organisasi nirlaba yang mempunyai misi memperluas dampak dari film dokumenter Indonesia.

Forum ini telah menyelenggarakan beberapa kali workshop, master class, bimbingan dari mentor internasional serta penayangan dan diskusi film dokumenter di beberapa daerah di Indonesia.

(MT/AA)
  1. Industri Kreatif
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA