1. BANDUNG
  2. GAYA HIDUP

Bandung dipilih jadi tempat syuting film 'Boundless Love' produksi China

Dipilihnya Bandung sebagai lokasi syuting film produksian China ini didukung penuh oleh pemerintah Kota Bandung.

Pembuatan film film Boundless Love. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Selasa, 09 Januari 2018 13:32

Merdeka.com, Bandung - Kota Kembang dipilih menjadi salah satu lokasi syuting film 'Boundless Love' yang digarap oleh sebuah rumah produksi asal China. Sebuah rumah di Jalan Kencana menjadi pilihan sebagai salah satu latar untuk cerita keluarga asal Indonesia.

Film 'Boundless Love' ini diangkat dari kisah nyata romansa percintaan dua muda mudi yang berasal dari latar belakang budaya, agama dan bahasa yang sangat berbeda.

Seorang teknisi Tiongkok yang bekerja di anak perusahaan Shenhua Group di Indonesia, PLTU PT. GH EMM di Palembang yang bernama Chen Chang jatuh cinta dengan gadis Indonesia berdarah Batak yang bernama Nova.

Kisah cinta mereka bertemu pada titik ditemukannya sebuah diari yang berisi catatan dan guratan rindu antara dua sejoli yang memiliki latar belakang sama seperti mereka, seorang lelaki Indonesia jatuh cinta dengan gadis dari Tiongkok, dan kisah cinta tersebut terjadi pada 50 tahun yang lalu.

"Sebenarnya, latar cerita ini di Palembang. Tapi kami melihat Bandung ini indah sekali. Makanya kita ambil lokasi di sini. Kebetulan Bandung dan China memang memiliki ikatan erat. Film ini sekilas mengangkat romansa muda-mudi biasa, tapi ini menandakan hubungan Indonesia dan China," ujar sutradara 'Boundless Love' Wang Yimin kepada Merdeka Bandung, Senin (8/1).

Kisah cinta antar dua negara ini, kata dia, sebenarnya merupakan refleksi dari hubungan antara Indonesia dan Tiongkok, dua negara dengan latar belakang yang berbeda tetapi memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan.

Pengambilan gambar yang hampir 100 persen di Indonesia ini mengambil tempat di beberapa kota di Indonesia, di antaranya Palembang, Bandung dan Jakarta.

Pembuatan film 'Boundless Love' direncanakan akan rampung pada tahun 2018 dan telah dijadwalkan untuk mengikuti berbagai festival film dunia dan akan ditayangkan di bioskop Indonesia dan Tiongkok.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, dipilihnya Bandung sebagai lokasi syuting film produksian China ini didukung penuh oleh pemerintah Kota Bandung.

"Dukungan yang diberikan ini adalah subsektor film dari bidang ekonomi kreatif. Mengambil lokasi syuting di Jalan Kencana dengan bangunan heritage nya ini tentu saja mampu mempromosikan Bandung. Bukan hanya itu, hotel, catering dan tentu saja tenaga kerjanya dari sini itu yang menjadi keuntungan ya bagi Bandung," kata Kenny.

Kerja sama Pembuatan film di Indonesia yang dilahirkan BEKRAF dari program ICINC Shanghai di bulan mei 2017 ini melibatkan kurang lebih 200 cast dan crew diantaranya lebih dari 90 persen merupakan cast dan crew Indonesia dengan menelan biaya untuk produksi film sekitar Rp 4 milliar dengan menggaet Gansu Biaoshi Culture and Communication Group dan bekerja sama dengan Red and White China dan Kamala Films.

Dengan film ini dan momentum Asian Games 2018, diharapkan film ini akan menjadi jalur promosi pariwisata dan budaya Indonesia ke luar negeri terutama ke negara Tiongkok yang memiliki populasi mencapai Rp 1,5 miliar penduduk.

 
Pengalaman seru Shen Hao, aktor asal China yang syuting di Bandung

 Untuk pertama kalinya menjalani syuting di Indonesia dan harus beradu akting dengan para aktor serta aktris asal Tanah Air membuat Shen Hao mendapatkan banyak pengalaman menarik. Bahkan sebagian besar justru pengalaman kocak yang dialaminya.

Menurut pemeran utama dalam film 'Boundless Love' itu, sebenarnya ada cukup banyak kesulitan yang dialaminya selama menjalani syuting film hasil kerja sama dua negara antara China dan Indonesia ini, terutama dari segi bahasa.

Saat harus menjalani syuting dengan lawan main orang Indonesia yang menggunakan bahasa Indonesia, ia tak mengerti. Tersenyum menjadi modal pemeran Chen Chang itu agar tak nampak bingung kala berada di depan kamera.

"Kendala bahasa karena saya tidak mengerti apa yang lawan bicara saya utarakan. Dia menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan saya bicara menggunakan bahasa Mandarin. Jadi saya hanya tersenyum saja," ujar Hao kepada Merdeka Bandung, Selasa (8/1).

Untuk memudahkan menghapal setiap kata yang dipelajarinya, Hao justru mengaitkan semuanya dengan makanan atau beberapa kata dalam bahasa Mandarin yang tak asing ditelinganya. Seperti kata 'mau' yang ia ingat adalah bahasa China 'mao' yang berarti bulu.

"Pokoknya dikait-kaitkan biar saya paham sedikit-sedikit apa yang dibicarakan. Sejauh itu sih enggak ada kesulitan berarti, semua saya jalani dengan nyaman saja," tutur dia.

Untuk suasana Kota Kembang, Hao mengaku senang menetap di Bandung untuk beberapa hari belakangan ini. Terutama udaranya yang sejuk membuat Hao nyaman.

(FF/AA)
  1. Film
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA