1. BANDUNG
  2. GAYA HIDUP

Promo '5 Cowok Jagoan', film action comedy diharapkan jadi tontonan alternatif

"Ini bakalan jadi proyek panjang karena nantinya bakal ada film '5 Cewek Jagoan'," kata Nirina.

Promosi Film Lima Cowok Jagoan. ©2016 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Minggu, 03 Desember 2017 09:40

Merdeka.com, Bandung - Tahun ini Anggy Umbara memproduksi sebuah genre film yang berbeda. Dia menyuguhkan sebuah film alternatif dengan genre action komedi yang di dalamnya menawarkan cerita para pahlawan beserta zombie dalam judul '5 Cowok Jagoan'.

Film garapan MVP Picture ini hadir dengan cerita tak biasa, dimana mengisahkan seorang cleaning service sebuah perusahaan obat ternama yakni Yanto menyelamatkan kekasihnya Dewi yang diculik oleh segerombolan pasukan bersenjata profesional.

Saat kasus tidak menjadi berita dan aparat berwenang tidak memberikan solusi, ia memutuskan untuk turun tangan langsung demi menyelamatkan kekasih. Ia lalu mengumpulkan keempat sahabat kecilnya yang dulu pernah membuat janji untuk saling membantu jika salah satu ada yang dalam kesulitan.

Salah seorang pemain dalam film '5 Cowok Jagoan', Nirina Zubir mengatakan, sebenarnya cerita dalam film ini merupakan pesan dari sang ayah Anggy Umbara untuk meneruskan karya yang pernah dibuatnya.

"Film ini dibuat oleh Anggy Umbara yang merupakan pesan dari bapaknya yang pernah membuat film '5 Cewek Jagoan' untuk diteruskan. Ini bakalan jadi proyek panjang karena nantinya bakal ada film '5 Cewek Jagoan'. Jadi ada versi laki-laki dan perempuan," ujar Nirina kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam acara meet and greet '5 Cowok Jagoan', Sabtu (2/12).

Pemeran Yanto, Ario Bayu bercerita, film yang dijadwalkan tayang pada 14 Desember 2017 mendatang ini dijamin akan membuat penonton tertawa karena unsur komedi begitu kental. Meski menceritakan tentang kisah para jagoan, kekocakan dari setiap peran juga akan membuat para penonton penasaran.

"Film ini benar-benar entertaining banget. Semua yang nonton dijamin bakalan ketawa karena memang unsur komedinya sangat kental. Meski begitu, perpaduan antar action dan komedi di sini yang menjadi berbeda dan membuat film ini adalah tontonan alternatif bagi penonton Indonesia," papar Ario.

Aksi beladiri yang menyenangkan

Ario Bayu, Nirina Zubir, dan Cornelio Sunny juga berbagi cerita soal aksi beladiri dalam film tersebut. Ketiganya mengaku mendapat pengalaman menyenangkan dengan aksi-aksi beladiri mereka.

Seperti yang dikisahkan Nirina Zubir. Ibu dua anak itu mengaku mendapat kepercayaan beraksi dengan sebuah senjata tradisional asal Sumatera, yakni karambit. Hal itu menjadi pengalaman pertama dan begitu mengesankan baginya.

Mendapat peran dalam film action pertama dan menjadi seorang jagoan dengan karambit sebagai senjatanya tentu bukan hal mudah bagi wania berambut pendek itu. Ia menghabiskan waktu cukup lama untuk berlatih menggunakan karambit.

"Diceritakan di sini saya adalah orang yang kuat, jago main senjata. Saya main karambit dari Sumatera. Susah banget sampai saya latihannya 10 jam setiap harinya selama 2,5 bulan untuk main karambit. Ya ada codet-codet pas latihan, enggak masalah," ujar Nirina.

Hal berbeda diceritakan oleh Cornelio Sunny. Berkat adegan berkelahi yang dilakukannya, ia harus mengalami cedera yang membuat mata kakinya retak. Hal tersebut disebabkan oleh Sunny yang berusaha totalitas dalam berperan dan enggan menggunakan pemeran pengganti.

"Saya punya idealisme untuk tidak menggunakan pemeran pengganti. Waktu latihan kaki saya kena tendang dan mata kaki retak. Kata dokter saya enggak boleh jalan dua minggu tapi waktu syuting sudah mepet jadi ya saga jalani syuting dengan kondisi kaki yang masih sedikit terasa sakit," papar Sunny.

Sementara itu, Ario Bayu yang mendapat peran sebagai Yanto seorang cleaning service mengaku tak mendapat kesulitan berarti selama menjalani syuting. Terlebih adegan berkelahi pun dijalani dengan nyaman tanpa beban.

(MT/AA)
  1. Film
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA